Orang yang Tulus Datang Berkali-kali

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Di antara hujan yang jatuh pelan di sore Tarakan, ada seseorang yang datang—bukan karena diundang, tapi karena hatinya memanggil.

Ia datang pertama kali dengan senyum, membawa harapan kecil yang dibungkus kesungguhan.

Datang kedua kali, dengan tangan kosong, tapi hati yang masih sama: penuh cinta, penuh sabar.

Namun, dunia kadang tidak memberi ruang bagi orang-orang yang tulus.
Ketulusan sering disalahartikan sebagai keinginan untuk menetap, padahal ia hanya ingin diterima—sekadar diingat.
Dan ketika pintu-pintu mulai tertutup, orang yang tulus itu tak langsung pergi. Ia mencoba lagi.

Sekali, dua kali, berkali-kali…
Bukan karena bodoh, tapi karena ia tahu: kasih yang sejati tidak menyerah hanya karena ditolak.

Baca Juga  Ketua Bapera Batu Bara Maju Pilkada 2024, Halalbihalal Perkuat Silaturrahmi

Sampai suatu hari, langkahnya berhenti di depan rumah yang sama, tapi kini tanpa niat mengetuk.
Ia berdiri lama, menatap dinding-dinding kenangan yang dulu hangat, kini dingin.
Ia sadar—kadang ketulusan juga perlu tahu kapan harus pergi, agar tidak berubah menjadi luka.

Lalu ia berjalan pelan, meninggalkan jejak yang hanya bisa dilihat oleh hati.
Tak ada perpisahan, tak ada marah.
Hanya diam yang penuh doa:
“Semoga engkau bahagia, meski bukan denganku.”

Dan begitulah orang yang tulus—ia datang dua kali, tiga kali, berkali-kali…
Sampai dunia tahu, bahwa cinta yang benar tak pernah datang untuk dimiliki,
melainkan untuk memberi makna sebelum akhirnya pergi dengan tenang.

Baca Juga  Di Malang Agus Flores Temu Ramah dengan Irjen Pol.(Purn) Rachmad Fudail

 

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya
Gereja Tanpa Struktur Jelas? Jangan Heran Pelayanannya Kacau
Iman Jalan Pribadi, Bukan Titipan pada Tokoh Rohani
“Air Mata di Bawah Langit Fakfak: Saat Roh Kudus Menyentuh Hati yang Terluka”
Teduhnya Penantian di Bawah Langit Malam
Di Bawah Langit Kasuari: Perjalanan Sunyi Seorang Anak Papua
Bikin Kaget Gorontalo, Istri Ketum FRN Mendadak Jadi Kepsek
Jangan Salah Menilai: Pengenalan Dunia Jurnalis yang Sering Disalahpahami

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:52 WIB

Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:34 WIB

Gereja Tanpa Struktur Jelas? Jangan Heran Pelayanannya Kacau

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:32 WIB

Iman Jalan Pribadi, Bukan Titipan pada Tokoh Rohani

Senin, 18 Mei 2026 - 14:10 WIB

“Air Mata di Bawah Langit Fakfak: Saat Roh Kudus Menyentuh Hati yang Terluka”

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:17 WIB

Teduhnya Penantian di Bawah Langit Malam

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page