Cinta, Kepercayaan, dan Kebebasan di Dunia Maya

- Penulis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Di zaman ini, kisah cinta tak lagi hanya berawal dari tatapan mata di dunia nyata. Banyak yang bermula dari percakapan sederhana di media sosial. Begitu juga kisah dua anak muda — sebut saja Alea dan Rico. Mereka dipertemukan lewat dunia maya, saling memberi semangat, berbagi cerita, dan menumbuhkan rasa percaya.

Awalnya, hubungan mereka tampak indah. Alea merasa menemukan seseorang yang bisa memahami dirinya, meski belum pernah bertemu secara langsung. Namun, ketika cinta tumbuh lewat layar, ujian pun sering datang tanpa diduga.

Suatu hari, muncul seseorang di media sosial yang mengaku mengenal Alea. Ia menyebarkan cerita yang tidak benar, menuduh dan memfitnah Alea dengan kata-kata yang menyakitkan. Celakanya, Rico lebih memilih mempercayai orang itu daripada mencari kebenaran langsung dari Alea. Tanpa penjelasan, Alea diblokir dari semua akun media sosialnya.

Baca Juga  Orang yang Tulus Datang Berkali-kali

Sakit hati? Tentu. Tapi di tengah rasa kecewa itu, Alea justru belajar sesuatu yang sangat berharga:
bahwa cinta tanpa kepercayaan adalah seperti rumah tanpa fondasi — mudah runtuh oleh angin fitnah.

Alea tak membalas dengan kebencian. Ia memilih memaafkan, melangkah maju, dan bersyukur.

“Syukur, puji Tuhan,” katanya dalam hati, “aku bebas bergaul di media sosial, bebas dari hubungan yang salah arah, dan aku percaya Tuhan sudah selamatkan aku dari hal yang tidak sehat.”

Kini, Alea terus berproses, fokus pada pekerjaannya, mengejar cita-cita, dan tetap membuka hati untuk cinta yang baru — cinta yang sehat, tulus, dan saling membangun. Ia sadar, cinta sejati tidak datang dari rayuan di media sosial, tetapi dari hati yang jujur dan saling percaya.

Baca Juga  Bila Di Sana Telah Ada Pendampingku, Jadikan Aku Sahabatmu

Pesan dari kisah ini sederhana namun kuat:

“Jangan biarkan fitnah menghancurkan nilai dirimu. Jika seseorang benar mencintaimu, ia akan mencari kebenaran, bukan gosip. Dan jika ia pergi karena kebohongan, bersyukurlah — sebab Tuhan sedang melindungimu dari yang bukan untukmu.”

 

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 
Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara
Salut, Pansus Plasma HGU Perkebunan di Batu Bara Terbentuk 
Raden AF, Mengupas Lagi Jendral AA, Terkenal Keberaniannya Mengeksekusi Anakbuahnya Merusak Bangsa
Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya
Gereja Tanpa Struktur Jelas? Jangan Heran Pelayanannya Kacau
Iman Jalan Pribadi, Bukan Titipan pada Tokoh Rohani
“Air Mata di Bawah Langit Fakfak: Saat Roh Kudus Menyentuh Hati yang Terluka”

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 10:05 WIB

Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:13 WIB

Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:04 WIB

Salut, Pansus Plasma HGU Perkebunan di Batu Bara Terbentuk 

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:57 WIB

Raden AF, Mengupas Lagi Jendral AA, Terkenal Keberaniannya Mengeksekusi Anakbuahnya Merusak Bangsa

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:52 WIB

Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page