BATU BARA — Media sosial Facebook beberapa waktu lalu dihebohkan dengan unggahan sebuah akun berinisial RFR yang memperlihatkan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga bercampur belatung. Unggahan tersebut sempat menjadi perbincangan publik sebelum akhirnya dihapus dari akun yang bersangkutan.
Menindaklanjuti informasi yang beredar, tim awak media melakukan penelusuran. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekolah penerima manfaat Program MBG tersebut adalah Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Jabal Hindi yang berlokasi di Jalan Manunggal, Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pihak yayasan berinisial FH membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa makanan yang diduga bercampur belatung ditemukan pada paket MBG yang diperuntukkan bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) di lingkungan yayasan.
“Pihak MBG mengantarkan makanan ke yayasan. Saat makanan akan dikonsumsi, ditemukan adanya ulat di dalam salah satu ompreng sehingga membuat heboh di sekolah,” ujar FH, Sabtu (13/6/2026).
FH menjelaskan, salah seorang guru kemudian mengambil foto makanan tersebut untuk disampaikan dalam grup internal sekolah sebagai bentuk pemberitahuan kepada pihak terkait. Namun, tanpa diketahui bagaimana prosesnya, foto tersebut akhirnya tersebar luas hingga menjadi viral di media sosial.
“Awalnya foto itu hanya untuk pemberitahuan di grup internal. Kami juga tidak mengetahui bagaimana bisa tersebar ke luar hingga menjadi viral,” katanya.
Menurut FH, tidak lama setelah unggahan tersebut ramai diperbincangkan, pihak penyedia MBG mendatangi yayasan dan mempertanyakan penyebaran foto tersebut kepada guru yang berada di lokasi.
Pihak yayasan berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan yang disalurkan melalui Program MBG agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami berharap ada evaluasi terhadap makanan yang diberikan kepada anak-anak. Program ini sangat baik, tetapi kualitas dan kebersihan makanan harus benar-benar diperhatikan demi kesehatan peserta didik,” tegasnya.
Menyikapi temuan tersebut, dilansir dari akun Facebook resmi Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Batu Bara pada Senin 15 Juni 2026, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pesantren Jabal Hindi, Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi, guna menindaklanjuti laporan dugaan adanya belatung pada makanan MBG.
Dalam sidak tersebut menurut Wabup, tim melakukan pengecekan di lingkungan pesantren serta meminta keterangan dari pihak yayasan. Selanjutnya, rombongan meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Masjid Lama untuk memastikan proses penyediaan dan distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Dari hasil pemeriksaan, Tim Satgas MBG menemukan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian serius, di antaranya fasilitas yang belum memadai, adanya stok bahan makanan yang dinilai tidak layak, serta sistem pengelolaan limbah yang perlu dibenahi.
Atas temuan tersebut, Tim Satgas MBG berencana memberikan Surat Peringatan Pertama (SP-1) kepada pihak terkait agar segera melakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kesehatan dan kualitas makanan anak-anak adalah prioritas. Pengawasan akan terus kami lakukan agar Program MBG berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal,” ujar Wakil Bupati Syafrizal.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para guru, untuk segera melaporkan apabila menemukan makanan yang tidak layak dalam pelaksanaan Program MBG.
“Kepada masyarakat dan guru-guru yang menemukan hal tidak layak dalam menu MBG, segera laporkan kepada saya dan Tim Satgas MBG,” tegasnya.
Terpisah, Aziz warga Labuhan Ruku. yang tanahnya berbatasan dengan Dapur MBG berharap Dapur MBG Desa Mesjid Lama yang beroperasi di Lingkungan lll Kelurahan Labuhan Ruku itu meminta agar segera ditutup.
Menurutnya, selain tidak menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat, Dapur MBG tersebut juga tidak memberi peluang besar bagi masyarakat sekitar Dapur MBG untuk mengurangi angka pengangguran.
“Lebih banyak warga luar yang di pekerjakan di Dapur MBG itu dari pada warga sekitar Dapur, lalu apa manfaatnya untuk masyarakat sekitar, ” ujar Aziz.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Labuhan Ruku belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan adanya makanan yang bercampur belatung tersebut.
(Tim)




















