Pelni Tegaskan Aturan Penumpang: Larangan Miras, Rokok, hingga Sanksi Tanpa Tiket

- Penulis

Kamis, 18 September 2025 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Fakfak – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menegaskan sejumlah aturan dan layanan yang wajib dipatuhi penumpang selama perjalanan laut. Kebijakan ini dibuat untuk menjamin keselamatan, kenyamanan, dan keamanan seluruh pengguna jasa transportasi laut di Indonesia. Hal itu disampaikan Kepala Pelni Cabang Fakfak Agus Zuldi Hermawan saat dikonfirmasi jurnalis TempoTimur.com, Rabu malam (17/9/2025) pukul 19.58 WIT.

Menurutnya, setiap kapal Pelni telah dilengkapi penambahan fasilitas seperti tempat tidur yang nyaman, WiFi di atas kapal mulai harga dari 30.000 rupiah, cctv, minibioskop, kantin, ruang ibadah, ruang kesehatan, dan ada.layanan fasilitas add on, dimana penumpang tiket ekonomis bisa mengupgrade fasilitas tambahan seperti selimut, aminities, layanan kamar kelas. Kasur tidak diperjualbelikan karena sudah termasuk fasilitas tiket. Penumpang mendapatkan fasilitas free bagasi maksimal 40 kg per orang, sementara kelebihan muatan wajib membayar overbagasi atau juga dimasukan muatan redpack.
Pelni juga secara tegas melarang peredaran dan konsumsi minuman keras di atas kapal untuk menghindari gangguan keamanan. Selain itu, merokok dilarang di semua dek, kecuali di area khusus yang disediakan, demi menjaga kesehatan penumpang dan mencegah risiko kebakaran.
Dari sisi keamanan, Pelni menempatkan petugas keamanan, cctv, dan awak kapal yang berpatroli guna mencegah pencurian. Penumpang juga diimbau menjaga barang bawaan pribadi. Selain itu, setiap kapal dilengkapi ruang kesehatan dengan tenaga medis yang siaga selama pelayaran.

Baca Juga  Untung Menggiurkan, Ini Peluang Jasa Tukar Uang Menjelang Lebaran

Kapasitas kapal Pelni bervariasi, mulai dari 500 hingga lebih dari 3.000 penumpang. Kapal berlayar pada jalur aman sesuai peta navigasi dengan standar keselamatan internasional.

Pelni menegaskan bahwa penumpang tanpa tiket resmi akan dikenai sanksi tegas berupa denda, diturunkan di pelabuhan terdekat, atau diproses hukum. Aturan ini diberlakukan untuk melindungi keselamatan perjalanan sekaligus mencegah praktik calo dan penipuan tiket.

“Semua aturan ini berlaku di setiap pelayaran. Prioritas kami adalah memastikan perjalanan penumpang berlangsung aman, nyaman, dan terlindungi,” tegas Kepala Pelni Fakfak Agus Zuldi Hermawan.

 

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

INALUM Raih Dua Penghargaan ISDA 2026 lewat Program Pemberdayaan Masyarakat
INALUM Serahkan Bantuan kepada 46 Kepala Keluarga Terdampak Bencana Angin Puting Beliung Di Kabupaten Toba
INALUM Kembangkan Jejaring Perdagangan dan Investasi di Kawasan Amerika Latin dan Karibia
PLTA INALUM Raih 8 Penghargaan ENSIA 2026, Perkuat Praktik Industri Berkelanjutan
Pelindo Luncurkan OPS 500 kVA di Tanjung Priok, Dorong Pelabuhan Hijau
S&P Global Ratings Beri INALUM Peringkat ‘BBB’: Tegaskan Peran Strategis dalam Hilirisasi Aluminium Nasional
INALUM Naik Kelas ke idAA/Stable, Tegaskan Ketangguhan Fundamental di Tengah Ketidakpastian Global
INALUM Ekspor Alumina Hydroxide dan Alumina Oxide Perdana ke Jepang

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:08 WIB

INALUM Raih Dua Penghargaan ISDA 2026 lewat Program Pemberdayaan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:55 WIB

INALUM Serahkan Bantuan kepada 46 Kepala Keluarga Terdampak Bencana Angin Puting Beliung Di Kabupaten Toba

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:53 WIB

INALUM Kembangkan Jejaring Perdagangan dan Investasi di Kawasan Amerika Latin dan Karibia

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

PLTA INALUM Raih 8 Penghargaan ENSIA 2026, Perkuat Praktik Industri Berkelanjutan

Kamis, 17 September 2026 - 15:11 WIB

Pelindo Luncurkan OPS 500 kVA di Tanjung Priok, Dorong Pelabuhan Hijau

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page