FAKFAK — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Fakfak terus berupaya meningkatkan pelayanan transportasi laut guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat dan dunia usaha di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Hal tersebut disampaikan Kepala PT PELNI Cabang Fakfak, Agus Zuldi Hermawan, saat diwawancarai Tempo Timur.com di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026) pukul 18.02 WIT.
Agus menjelaskan bahwa informasi jadwal kapal selalu diperbarui melalui media sosial resmi PELNI Fakfak, khususnya Instagram, agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terhindar dari penipuan tiket palsu.
“Kami terus meng-update jadwal kapal melalui media sosial resmi PELNI Fakfak. Selain itu, kami mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tiket palsu dengan melakukan pengecekan pemesanan melalui situs resmi PELNI, www.pelni.co.id/cek-pemesanan kemudian masukan kode booking tiket yang tertera” ujarnya.
Terkait keterlambatan kedatangan maupun keberangkatan kapal, Agus mengatakan pihaknya selalu memberikan informasi terbaru kepada pelanggan agar dapat menyesuaikan waktu keberangkatan menuju pelabuhan.
“Kami selalu menyampaikan perubahan jadwal kepada pelanggan. Kami juga mengimbau agar penumpang membawa identitas asli dan nomor telepon yang aktif untuk memudahkan komunikasi apabila terjadi perubahan jadwal,” katanya.
Saat ini, sejumlah kapal yang melayani Pelabuhan Fakfak antara lain KM Labobar, KM Tatamailau, KM Sangiang, KM Sabuk Nusantara 42, KM Sabuk Nusantara 75, dan KM Sabuk Nusantara 96.
Selain itu, PELNI juga merencanakan penambahan layanan melalui KM Umsini yang dalam waktu dekat akan mulai beroperasi dan singgah di Pelabuhan Fakfak.
“Jadwal operasional KM Umsini akan kami informasikan melalui akun media sosial resmi PELNI Fakfak. Selain itu, terdapat juga layanan kapal tol laut yang khusus mengangkut barang dan kargo,” jelasnya.
Dalam mendukung program pemerintah menekan disparitas harga barang di Papua Barat, PELNI berperan melalui layanan kapal tol laut, salah satunya KM Logistik Nusantara 6 yang saat ini melayani Fakfak.
Menurut Agus, keberadaan kapal logistik tersebut membantu memperlancar distribusi barang kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung upaya penurunan harga barang di wilayah Papua Barat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kontribusi PELNI terhadap pembangunan daerah tidak hanya terbatas pada sektor transportasi, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“PELNI berperan menghubungkan konektivitas antardaerah di Indonesia, mendukung distribusi barang dari wilayah barat ke timur maupun sebaliknya, serta membantu menurunkan disparitas harga.
Selain itu, kami juga mendukung pelaku usaha dan ekonomi kreatif lokal dalam memasarkan hasil produksi dan sumber daya alam Fakfak ke berbagai daerah di Indonesia,” tuturnya.
PELNI juga turut mempromosikan potensi wisata daerah melalui jaringan pelayaran nasional yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, termasuk destinasi wisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Fakfak.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K



















