PKL Marahi warga Batu Bara Ketika Parkir di Lapak Jualannya

- Penulis

Senin, 7 Juli 2025 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

TEMPO TIMUR, Asahan — Seorang warga kabupaten Batu Bara yang bernama mak idan,yang singgah di kisaran tepatnya di jalan Rivai Kisaran Barat kabupaten Asahan untuk makan bersama anak nya mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari salah seorang pedagang di kawasan tersebut, pasal ya kendaraan mak idan , menurut si PKL merupakan lapak tempat usahanya.minggu (6/7/2025) sekitar jam 17.00 wib

“Saat itu saya parkir mobil yang “Saat itu saya parkir mobil yang diarahkan tukang parkir,di Jalan Rivai ,saya hendak makan miso ,saat makan bersama anak saya tiba-tiba datang seorang wanita meminta mobil saya dipindahkan,dengan nada arogan,bu itu mobil nya ya pindah itu mobil,kata Mak Idan menirukan ucapan seorang penjual putu bambu.

terus saya bilang ia lagi makan bu,entar saya pindah kan,terus wanita tersebut mala nyolon bersikeras agar saya segera memindakan mobil saya,kami sudah bayar lapak jualan disini,cepat pindah kan itu ,kami mau jualan,dengan nada keras wanita pedagang tersebut sambil berlalu.

Baca Juga  Lapas Labuhan Ruku Adakan Buka Bersama dengan Warga Binaan dan Keluarganya

Tidak lama kemudian datang kembali seorang wanita lain ngotot agar segera saya meminda kan mobil”kenapa kok lama kali dari tadi kok belum dipindahkan,kami mau jualan,kami bayar bukan gratis ,kami di kutip uang jualan disini,enak aja parkir dilapak jualan kami.Ungkap Mak Idan menirukan bahasa pedagang.

Saya kecewa dengan ulah pedagang yang berada di tempat itu,seharus nya Pemerintah bisa menertib kan pedagang -pedagang dibadan jalan yang mengaku membayar setoran terhadap oknum,sehingga dengan membayar setoran mereka anggap jalan tersebut milik mereka.Kesal Mak Idan. saya tiba-tiba datang seorang wanita meminta mobil saya dipindahkan,dengan nada arogan,bu itu mobil nya ya pindah itu mobil,kata Mak Idan menirukan ucapan seorang penjual putu bambu.

Baca Juga  Kalapas Labuhan Ruku Pimpin Apel Pegawai dan Peserta Magang

terus saya bilang ia lagi makan bu,entar saya pindah kan,terus wanita tersebut mala nyolon bersikeras agar saya segera memindakan mobil saya,kami sudah bayar lapak jualan disini,cepat pindah kan itu ,kami mau jualan,dengan nada keras wanita pedagang tersebut sambil berlalu.

Tidak lama kemudian datang kembali seorang wanita lain ngotot agar segera saya meminda kan mobil”kenapa kok lama kali dari tadi kok belum dipindahkan,kami mau jualan,kami bayar bukan gratis ,kami di kutip uang jualan disini,enak aja parkir dilapak jualan kami.Ungkap Mak Idan menirukan bahasa pedagang.

Saya kecewa dengan ulah pedagang yang berada di tempat itu,seharus nya Pemerintah bisa menertib kan pedagang -pedagang dibadan jalan yang mengaku membayar setoran terhadap oknum,sehingga dengan membayar setoran mereka anggap jalan tersebut milik mereka.Kesal Mak Idan.

Dari Inpetigasi lapangan,di peroleh dari beberapa PKL, setiap hari Mereka di kutip uang kebersihan sebesar Rp 2000

Baca Juga  Gegara BBM Ilegal IPDA Rudy Soik di PTDH, Agus Flores Beri Pendampingan Hukum

“Setiap malam kami di kutip uang kebersihan dan uang lapak sebesar 2 rb, katanya dari dinas lingkungan hidup, ” Ucap salah seorang pedagang yang tidak mau di sebutkan namanya.

Sementara PKL yang marah- marah kepada warga Batu Bara tidak tampak berdagang dari keterangan tukang parkir biasa ya sudah datang.

“Biasa ya jam 16.00 wib sudah datang dia bg, tapi kalau sudah jam segini pasti tidak jualan,” Terang tukang parkir.

Terkait hal tersebut kadis lingkungan hidup Syamsuden saat di konfirmasi kewat via sms, merasa heran dan terkejut, bahkan Syamsuden meminta foto oknum pengutip tersebut.

“Bah ku cek dulu,Sp nm yg ngutip it bg,Sebutkn nama,Klo bisa foto orgnyaa, Sebutkn nama foto org trsebut yaa,Tolonggg ya, ” Jawab Syamsuden.

Penulis : Edi Surya

Berita Terkait

Bursa Kapolda PMJ Memanas! Agus Flores: “Saya Sudah Tahu, Tapi Nggak Bisa Ngomong”
Direktur RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai Bantah Tuduhan Adanya Pungli, Begini Penjelasanya
PCNU Sumatera Utara Nyatakan Dukungan kepada Gus Yusuf Jelang Muktamar NU di Jombang
Wakil Wali Kota Tanjung Balai Melepas Keberangkatan 34 Kontingen Pramuka Ikuti Jamnas XII di Cibubur
Bupati Murung Raya Wisuda Sekolah Lansia Gita Uluh Itah, Belajar Tak Mengenal Usia
Pj Sekda Murung Raya Buka Sosialisasi Perbup PJPK 2026–2030
AKBP Dony Satria Wicaksono Perkuat Sinergi Melalui Silaturrahmi dengan Insan Pers Batu Bara
Bupati Murung Raya Resmi Buka Festival Tira Tangka Balang

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Bursa Kapolda PMJ Memanas! Agus Flores: “Saya Sudah Tahu, Tapi Nggak Bisa Ngomong”

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Direktur RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai Bantah Tuduhan Adanya Pungli, Begini Penjelasanya

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:34 WIB

PCNU Sumatera Utara Nyatakan Dukungan kepada Gus Yusuf Jelang Muktamar NU di Jombang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Wakil Wali Kota Tanjung Balai Melepas Keberangkatan 34 Kontingen Pramuka Ikuti Jamnas XII di Cibubur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:32 WIB

Bupati Murung Raya Wisuda Sekolah Lansia Gita Uluh Itah, Belajar Tak Mengenal Usia

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page