666 Tahun Islam di Tanah Papua, Wagub Lakotani Tekankan Kerukunan dalam Semangat “Satu Tungku Tiga Batu”

- Penulis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FAKFAK —  Peringatan 666 tahun masuknya Islam di Tanah Papua menjadi momentum untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama di Papua Barat. Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani saat mewakili Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam Tabligh Akbar di Fakfak, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Tabligh akbar tersebut digelar di Panggung Terbuka KH Ma’ruf Amin, kawasan Jalan Dr Salasa Namudad, lokasi reklamasi, Kabupaten Fakfak. Kegiatan itu dihadiri unsur pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat Fakfak.

Dalam sambutan Gubernur Papua Barat yang disampaikan Lakotani, peringatan 666 tahun masuknya Islam ke Tanah Papua tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan seremonial.

Peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan dan perjuangan para ulama serta leluhur dalam menyebarkan Islam di Tanah Papua.

“Enam ratus enam puluh enam tahun lalu, benih Islam mulai tumbuh di tanah Papua dan berkembang berdampingan secara damai dengan kearifan lokal masyarakat,” demikian pesan Gubernur yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Menurut Lakotani, perjalanan sejarah Islam di Papua menunjukkan bahwa kehidupan keagamaan dapat tumbuh bersama tradisi dan budaya masyarakat setempat.

Karena itu, nilai toleransi perlu terus dirawat sebagai bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Papua Barat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, Pemerintah Kabupaten Fakfak, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kehadiran para ulama dalam tabligh akbar itu, kata dia, diharapkan tidak hanya memberikan penguatan spiritual, tetapi juga mempererat persaudaraan dan kehidupan sosial masyarakat.

Lakotani kemudian menegaskan pentingnya menjaga semangat “Satu Tungku Tiga Batu”, filosofi kehidupan masyarakat Fakfak yang menggambarkan persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman agama.

Dalam semangat tersebut, umat Islam, Kristen, dan Katolik diharapkan terus hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, dan menjaga toleransi.

“Peringatan ini hendaknya menjadi momentum untuk mempererat kerukunan, bukan untuk membedakan. Mari kita merajut kasih demi Papua Barat yang maju, damai, dan sejahtera,” demikian pesan yang disampaikan Lakotani.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan tersebut sebagai momentum untuk melakukan introspeksi, meningkatkan iman dan ketakwaan, serta memperkuat persaudaraan, baik sesama umat beragama maupun sesama anak bangsa.

“Jadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk memperkuat iman dan takwa serta menjaga persaudaraan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Peringatan 666 tahun masuknya Islam di Tanah Papua tersebut turut menghadirkan Ustadz Hanan Attaki, Lc., dan KH Munawir Aseli, M.A. Kegiatan dipimpin Ketua Panitia Dr. H. Wahidin Puarada, M.Si., bersama jajaran panitia.

Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap semangat kebersamaan dan toleransi yang tercermin dalam peringatan tersebut dapat terus menjadi kekuatan masyarakat dalam membangun Papua Barat yang aman, sejahtera, bermartabat, dan mandiri.

Penulis: Amatus Rahakbauw K

Berita Terkait

Kapolri Dianugerahi Sebagai Anggota Tapak Suci Muhamadiyah di Semarang 
Bursa Kapolda PMJ Memanas! Agus Flores: “Saya Sudah Tahu, Tapi Nggak Bisa Ngomong”
RSUD Tengku Mansyur Bantah Tuduhan Pungli, Tegaskan Pembagian Jasa Sesuai Aturan
Aksi Memanas, LAMPU Nilai Jawaban Plh Manager PLN Tanjung Balai Tidak Memuaskan
JMSI dan IHTP Bahas Otonomi Khusus Papua dalam Perspektif Geopolitik Internasional
FERARI Jalin Silaturahmi dengan Kapolres Batu Bara, Perkuat Sinergi Penegakan Supremasi Hukum
Peduli Lingkungan, Ranting PAN Tanjung Tiram Gotong Royong Perbaiki Jalan Desa Guntung
INALUM Dorong Jurnalisme Lingkungan melalui IN-Journal Chapter II, Hadirkan 65 Karya Bertema Konservasi

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:49 WIB

666 Tahun Islam di Tanah Papua, Wagub Lakotani Tekankan Kerukunan dalam Semangat “Satu Tungku Tiga Batu”

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Kapolri Dianugerahi Sebagai Anggota Tapak Suci Muhamadiyah di Semarang 

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Bursa Kapolda PMJ Memanas! Agus Flores: “Saya Sudah Tahu, Tapi Nggak Bisa Ngomong”

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:53 WIB

RSUD Tengku Mansyur Bantah Tuduhan Pungli, Tegaskan Pembagian Jasa Sesuai Aturan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Aksi Memanas, LAMPU Nilai Jawaban Plh Manager PLN Tanjung Balai Tidak Memuaskan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page