Sorong — Gembala Jemaat GPdI Alfa Omega Sorong, Pdt. Alex Maniani, mengimbau masyarakat Papua agar menjaga persatuan dan menghindari perpecahan, menyusul pernyataan Wali Kota Jayapura yang dinilainya dapat memicu ketegangan di tengah masyarakat. Imbauan tersebut disampaikan Pdt. Maniani melalui pesan WhatsApp kepada jurnalis TempoTimur.com pada Kamis (19 Juni 2025) pukul 17.53 WIT.
“Yang terkasih Bapak Wali Kota Jayapura, terima kasih atas klarifikasinya. Namun, kami merasa pernyataan Bapak sebelumnya sangat melukai hati kami, khususnya orang asli Papua yang mendiami tujuh wilayah adat di Tanah Papua,” ujar Pdt. Maniani.
Ia menekankan pentingnya menghindari istilah-istilah pemisah seperti “orang gunung” dan “orang pantai,” karena menurutnya seluruh orang Papua berasal dari satu rumpun, yaitu ras Melanesia. Jika ada tindakan atau aksi yang dianggap bertentangan dengan aturan daerah, menurutnya hal tersebut sebaiknya dibicarakan secara musyawarah.
“Saya mengusulkan agar setiap ikatan suku dari tujuh wilayah adat duduk bersama dengan tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat. Kita harus saling merangkul agar tidak ada lagi kata-kata yang memecah belah,” ucapnya.
Pdt. Maniani juga mengingatkan agar orang asli Papua tidak saling memberikan stigma negatif terhadap sesama, karena hal tersebut justru akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak luar untuk memecah belah persatuan.
“Sudah cukup pihak luar yang memberikan stigma buruk kepada kami. Jangan sampai kita ikut memperkuat itu terhadap sesama kita. Mari kita tutup celah ini dan saling menjaga sebagai orang asli Papua. Jayapura bisa hebat karena semua bersatu. Tanah Papua ini milik kita bersama,” tegasnya.
Menutup pesannya, Pdt. Maniani juga memberikan pesan khusus kepada mahasiswa Papua untuk menunjukkan kualitas diri dan menjunjung tinggi aturan yang berlaku.
“Menegakkan aturan daerah itu penting, dan semua pihak harus mentaatinya. Khusus untuk adik-adik mahasiswa Papua di Jayapura, tunjukkan kualitas pendidikan dan karakter yang baik agar berguna bagi masa depan Tanah Papua dan generasinya. Kitong satu. Tuhan memberkati,” pungkasnya.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K



















