Pemuda Kristen Fakfak Dihimbau Hidup Seturut Firman dalam Ibadah Pondok Daud: “Jangan Andalkan Pengertianmu Sendiri!”

- Penulis

Rabu, 18 Juni 2025 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Fakfak —  Ibadah hari kedua jaringan Persekutuan Pemuda Pondok Daud digelar pada Selasa malam, 17 Juni 2025 pukul 20.07 WIT, bertempat di kediaman Ibu Nelly Hendrik di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Fakfak Selatan, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.

Ibadah ini dipimpin langsung oleh Ibu Nelly Hendrik yang menyampaikan khotbah penuh teguran dan kasih, berlandaskan tema dari Amsal 3:5-7:

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.”

Dalam penyampaiannya, Ibu Nelly menegaskan bahwa banyak pemuda saat ini lebih mengandalkan logika, media sosial, dan pergaulan bebas, daripada berserah dan taat sepenuhnya kepada kehendak Tuhan.

Baca Juga  Ops Antik Toba 2026, Polres Asahan Ungkap 69 Kasus Narkotika dan Amankan 85 Tersangka

“Pemuda jangan hidup hanya ikut arus zaman. Kalau kalian tidak kembali kepada Firman, kalian akan hanyut dalam kehancuran. Ingat, tanpa Tuhan, hidupmu tak akan pernah punya arah!” tegasnya.

Usai ibadah, Koordinator Umum Pemuda Pondok Daud, Yoan Waimbo, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah awal dari gerakan rohani pemuda yang berfokus pada pembentukan karakter Kristus.

“Kami ingin membangun wadah pembinaan iman yang konsisten, bukan sekadar kumpul tanpa arah. Ini waktunya pemuda berdiri teguh di atas dasar Firman dan tidak goyah oleh dunia,” ujar Yoan.

Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan secara rutin, sebagai tempat pembinaan rohani, penguatan karakter, serta pemersatu pemuda Kristen agar menjadi terang dan garam bagi lingkungan sekitarnya.

Baca Juga  GREAT Institute: “State-Driven Economy” untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Generasi muda adalah tulang punggung gereja masa depan. Jika pemuda hanya hidup mengejar kesenangan dunia, maka gereja akan kehilangan pijakan rohaninya. Firman Tuhan harus menjadi kompas hidup, bukan hanya dibaca saat ibadah, tetapi dihidupi dalam keseharian.

“Saat pemuda takut akan Tuhan, bangsa ini akan melihat kebangkitan rohani yang sejati.”

 

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Kemendagri Tegaskan Tak Ada Rencana Ubah Definisi Orang Asli Papua
Evaluasi Kartu HEBAT Mahasiswa, Pemkab Murung Raya Perkuat Ketepatan Sasaran
Bupati Heriyus: APBD Murung Raya Tepat Sasaran dan Beri Manfaat Nyata Bagi Masyarakat
Perubahan APBD 2026 Murung Raya Difokuskan pada Pembangunan dan Pelayanan Publik
Polres Batu Bara Menggelar Syukuran Hari Jadi Polwan Ke 78 dan Pelepasan Purna Bakti
Silaturahmi H Ahmad Hadian dan HNSI Batu Bara Berlangsung Hangat, Bahas Persoalan Nelayan
Pemkab Murung Raya Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
Boni Hargens Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 16:14 WIB

Kemendagri Tegaskan Tak Ada Rencana Ubah Definisi Orang Asli Papua

Jumat, 11 September 2026 - 23:15 WIB

Evaluasi Kartu HEBAT Mahasiswa, Pemkab Murung Raya Perkuat Ketepatan Sasaran

Jumat, 11 September 2026 - 23:13 WIB

Bupati Heriyus: APBD Murung Raya Tepat Sasaran dan Beri Manfaat Nyata Bagi Masyarakat

Jumat, 11 September 2026 - 00:44 WIB

Perubahan APBD 2026 Murung Raya Difokuskan pada Pembangunan dan Pelayanan Publik

Kamis, 10 September 2026 - 16:07 WIB

Polres Batu Bara Menggelar Syukuran Hari Jadi Polwan Ke 78 dan Pelepasan Purna Bakti

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page