Progres Sudah 80%, Smelter Alumina Mempawah Optimis Beroperasi Akhir Tahun 2024

- Penulis

Kamis, 15 Februari 2024 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Batu Bara | Tempo Timur  –  PT Indonesia Asahan Aluminium atau INALUM optimis Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah dapat beroperasi pada akhir tahun 2024. Hal tersebut dinyatakan setelah pemerintah menyatakan SGAR Mempawah dimasukan kembali menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional pada Desember 2023 silam, Kamis (15/2/2024)

Corporate Secretary INALUM Mahyaruddin Ende menyampaikan optimisme tersebut dan berharap semua berjalan sesuai rencana dan berharap terus mendapatkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Sebagai entitas BUMN yang merupakan bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia, INALUM optimis bahwa SGAR Mempawah bisa beroperasi antara Semester II/2024 dan 2025. Kami berharap seluruh proses berjalan sesuai dengan rencana, dan kami tentu saja memohon dukungannya dari seluruh pemangku kepentingan agar cita-cita hilirisasi bauksit-aluminium bisa terwujud,” ujar Mahyaruddin.

Baca Juga  Penyesuaian Tarif Jasa Pelabuhan Fakfak Mulai 1 Oktober 2025, Layanan Semakin Nyaman & Aman

Smelter Grade Alumina Refinery yang berada di Mempawah merupakan projek strategis yang dijalankan secara kolaborasi oleh INALUM dan PT ANTAM Tbk melalui anak usaha INALUM yaitu PT Borneo Alumina Indonesia (BAI). SGAR Mempawah merupakan bagian dari aksi korporasi INALUM dalam menciptakan ekosistem industri aluminum yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. INALUM berharap terus mendapatkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar cita-cita Indonesia bisa segera tercapai dan hilirisasi aluminium nasional cepat terwujud.

Saat ini pembangunan SGAR Mempawah sudah mencapai diatas 80%, dengan target selesai pada tahun 2024. Proyek SGAR merupakan yang akan menghubungkan rantai pasokan antara mineral bijih bauksit (Kalimantan Barat) dengan pabrik peleburan aluminium (INALUM). Jika sudah beroperasi, diperhitungkan bisa memproduksi 1 juta ton alumina per tahun (bahan baku 3.3 juta ton bauksit per tahun). Ditargetkan akan mulai berproduksi pada tahun 2024 dan mencapai full kapasitas produksi pada 2025.

Baca Juga  Perkuat Keuangan Syariah, Lapas Labuhan Ruku Gandeng BSI untuk Menerapkan Sistem Koperasi Syariah

Proyek yang terbagi ke dalam fase I dan II itu menelan nilai investasi sekitar US$1,7 miliar. Rencanannya, masing-masing proyek bakal meningkatkan kapasitas produksi alumina perseroan ke level 1 juta ton setiap tahunnya, dengan estimasi bahan baku bauksit sebanyak 3,3 juta ton per tahun.

SGAR bisa membuat adanya peningkatan nilai tambah program hilirisasi. Di SGAR Mempawah, bauksit yang sudah didapat akan diproses menjadi alumina di dalam negeri tanpa harus mengirim bahan baku bauksit ke luar negeri yang berimbas pada berkurangnya biaya operasional. Seperti yang diketahui, alumina merupakan bahan utama dalam pembuatan aluminium ingot, seperti alloy, bollet, bar, keramik, dan produk harian lainnya. Sekaligus bisa meningkatkan penyerapan angka tenaga kerja hingga angka diatas 1000 SDM.

Baca Juga  Layanan BTN Syariah Dinilai Memuaskan Ini Faktanya

Beberapa aksi korporasi lain yang dilakukan oleh INALUM dalam rangka peningkatan kapasitas produksi sebagai respon atas tingginya potensi pasar aluminium nasional yang saat ini memiliki permintaan hingga 1 juta ton. Proyek-proyek tersebut antara lain, Proyek Upgrading Teknologi Tungku Reduksi pada tahun 2023, Optimalisasi Smelter Kuala Tanjung yang ditargetkan akan meningkatkan kapasitas produksi di tahun 2024-2025 dan Proyek Diversifikasi Aluminium Remelt IAA.

Berita Terkait

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, INALUM Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia
Pelindo Fakfak Bersama TNI-AL dan Polairud Pastikan Kesiapan Dermaga untuk Upacara Laut HUT RI ke 81Tahun
‎Baru Grand Opening, Bingchun Tanjung Morawa Langsung Punya 5 Franchise Baru! ‎
Kesempatan Emas Bagi Mahasiswa, INALUM Buka Program Magang 2026 dengan Beragam Pengalaman Industri
Pelindo Fakfak Tata Kawasan Pelabuhan, Area Parkir Diperluas dan PKL Ditata
Arus Balik Meledak di Fakfak, KM Tatamailau dan KM Labobar Dipenuhi Penumpang
Gas Elpiji 3 Kg Langka Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah
Silas Warfandu Ajak Masyarakat Menjaga Pelabuhan Fakfak Tetap Aman Tertib, dan Bebas Pungli.

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, INALUM Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Pelindo Fakfak Bersama TNI-AL dan Polairud Pastikan Kesiapan Dermaga untuk Upacara Laut HUT RI ke 81Tahun

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:36 WIB

‎Baru Grand Opening, Bingchun Tanjung Morawa Langsung Punya 5 Franchise Baru! ‎

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:48 WIB

Kesempatan Emas Bagi Mahasiswa, INALUM Buka Program Magang 2026 dengan Beragam Pengalaman Industri

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:53 WIB

Pelindo Fakfak Tata Kawasan Pelabuhan, Area Parkir Diperluas dan PKL Ditata

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page