Berdayakan Hingga 6.000 Pengrajin Rotan, LPEI bersama Bea Cukai Resmikan Desa Devisa Rotan Sukoharjo

- Penulis

Kamis, 30 Maret 2023 - 04:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 29 Maret 2023 Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia
Eximbank bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Indonesia Development
Design Center (IDDC) Kementerian Perdagangan, serta pemerintah daerah meluncurkan Desa
Desa Devisa Rotan Sukoharjo (1/3).

Desa yang terletak di tengah Pulau Jawa ini memiliki potensi dan keunikan dari hasil kerajinan rotan yang telah menghidupi mayoritas warga desa selama 96 Tahun.

Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan Indonesia, LPEI memiliki fungsi untuk mendorong pertumbuhan ekspor nasional melalui penyediaan pembiayaan, penjaminan,
asuransi, dan jasa konsultansi ekspor.

Desa Devisa merupakan salah satu program unggulan melalui Jasa Konsultasi LPEI dalam memberdayakan UKM berbasis pengembangan komunitas. Desa Devisa Rotan Sukoharjo menjadi Desa Devisa ke-195 yang didampingi oleh LPEI.

Baca Juga  BTN Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Sektor Properti

Irwan Prasetiyawan, Kepala Kantor Cabang LPEI Surakarta, menjelaskan “Pendampingan yang dilakukan LPEI di Desa Devisa Rotan Sukoharjo menyasar setidaknya 30 UKM kerajinan rotan. Kegiatan ini mencakup beberapa materi pendampingan terkait perizinan, prosedur dan dokumen ekspor, akses pasar, hingga pengembangan desain produk kerajinan rotan.”

Para pengrajin di Desa Trangsan, Kabupaten Sukoharjo juga tak lepas dari berbagai tantangan
dalam mengelola desa secara mandiri. Gejolak usaha masih terus dirasakan bahkan setelah hampir 1 abad berjaya. Apalagi, permintaan yang tinggi membuat para pengrajin kesulitan dalam hal kapasitas produksi dan pengembangan produk.

“Kendala kita selama ini terjebak pada pengembangan inovasi dari desain yang sudah ada. Tidak seperti perusahaan besar yang memiliki tim risetnya sendiri, para pengrajin memerlukan pengungkit’ untuk melahirkan ide segar pengembangan produknya. Terlebih, proses pembuatan kerajinan rotan yang berkualitas butuh perhatian, waktu, dan ketelitian. Kita memerlukan pendampingan dari mentor yang bisa mengarahkan. Adanya pendampingan dari LPEI sangat kami sambut baik dengan harapan dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi dan skala usaha pengrajin desa ke pasar global,” ucap Suparji, Ketua Koperasi Trangsan Manunggal Jaya.

Baca Juga  Ingin Menjadi Eksportir Berdaya Saing Global, Begini Caranya

Sebelumnya, Desa Trangsan telah terbukti meningkatkan kontribusinya terhadap devisa negara dari tahun ke tahun. Kepala Seksi PKC V Bea Cukai Surakarta, Agung Setijono mengungkapkan, “Desa Trangsan menyumbang devisa lebih dari USD 3 juta di tahun 2019, USD 5,4 juta di tahun 2020, dan USD 5,7 juta di tahun 2021. Program Desa Devisa Rotan Sukoharjo ini dapat menjadi batu loncatan bagi Desa Trangsan untuk meningkatkan kontribusi devisanya secara berkelanjutan.”

Saat ini, Desa Trangsan memiliki 220 usaha pengrajin kayu rotan yang aktif memproduksi 150 kontainer kerajinan rotan setiap bulannya.Tak tanggung-tanggung, terdapat total 5.000 hingga 6.000 pekerja berkontribusi dalam kegiatan produksi setiap harinya dan lebih dari 60% penduduk desa adalah kelompok pengrajin.

Baca Juga  Semarak Grand Opening Olylife Medan Stockis

“Harapannya program Desa Devisa Rotan Sukoharjo bisa menjadi bahan bakar semangat dan lokomotif untuk menggerakkan UKM pengrajin rotan yang ada di Desa Trangsan, menambah pendapatan, meningkatkan kesejahteraan, dan memajukan penjualan di skala ekspor.” tutup Irwan.(Red)

Berita Terkait

PELNI Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera Utara dan Sumatera Barat
PT Pelni Fakfak Pastikan Kapal Pesiar MV Le Jacques Cartier Berlayar Aman di Perairan Papua Barat
Pemerintah Berikan Diskon Tiket Kapal PELNI hingga 20 Persen untuk Masa Libur Natal dan Tahun Baru
Ermelinda, Founder Fress Juss Berharap, Semakin Banyak Masyarakat Yang Berkunjung Di Mawatu
Lapak Unik, Makan B2 Cuman 30rb-an Cuma Di Ehbabi
Budidaya Udang Vaname di Batu Bara, Langkah Nyata Wujudkan Ketahanan Pangan
PT Pelni Fakfak Imbau Masyarakat Gunakan Aplikasi Pelni Mobile untuk Pembelian Tiket Kapal Resmi dan Aman
Pelni Tegaskan Aturan Penumpang: Larangan Miras, Rokok, hingga Sanksi Tanpa Tiket

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:38 WIB

PELNI Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera Utara dan Sumatera Barat

Kamis, 27 November 2025 - 11:59 WIB

PT Pelni Fakfak Pastikan Kapal Pesiar MV Le Jacques Cartier Berlayar Aman di Perairan Papua Barat

Minggu, 23 November 2025 - 09:21 WIB

Pemerintah Berikan Diskon Tiket Kapal PELNI hingga 20 Persen untuk Masa Libur Natal dan Tahun Baru

Sabtu, 22 November 2025 - 23:34 WIB

Ermelinda, Founder Fress Juss Berharap, Semakin Banyak Masyarakat Yang Berkunjung Di Mawatu

Jumat, 21 November 2025 - 22:02 WIB

Lapak Unik, Makan B2 Cuman 30rb-an Cuma Di Ehbabi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page