Pedagang Buah dan Sayur Asal Jember Go International, 5.000 Petani Lokal Melek Ekspor

- Penulis

Rabu, 31 Mei 2023 - 03:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEMBER | TEMPO TIMUR – Berjualan sayur ke luar negeri hingga membangun kemitraan dengan para petani lokal merupakan dua hal yang selalu menghiasi perjalanan bisnis Novitha Herawati dalam merintis CV Nusantara Jata Food. Sepak terjang CV Nusantara Jaya Food sebagai salah satu supplier buah dan sayuran telah dimulai pada tahun 2019 dan berhasil mencatatkan prestasi ekspor untuk pertama kalinya dengan mengirimkan produk singkong beku ke negara Belanda pada tahun 2021.

Berbekal pengalaman selama 3 tahun di industri makanan dan memiliki latar belakang pendidikan lulusan Sarjana dan Magister Teknologi Makanan menjadi modal Novitha dalam memajukan CV Nusantara Jaya Food sampai hari ini.

 

Untuk diketahui, CV Nusantara Jaya Food telah berhasil melakukan ekspor ke Belanda pada tahun 2021. Produk singkong bekunya menjadi salah satu produk yang sangat diminati warga luar negeri. Buktinya pada tahun 2022, tren ekspor CV Nusantara Jaya Food kembali berlanjut dengan mengirimkan 27 ton singkong beku ke Curacao, negara kepulauan yang berada di Laut Karibia sebelah selatan, dekat pesisir Venezuela.

Baca Juga  LPEI Dorong UKM Berorientasi Ekspor Melalui Pembiayaan dan Pelatihan Ekspor

 

Dengan kapasitas 250 ton pertahun, CV Nusantara Jaya Food juga bersiap untuk ekspor talas beku ke negara Australia dalam waktu dekat ini. Novitha Herawati mengaku bersyukur atas prestasi yang telah dicapai sejauh ini. Menurut dia keberhasilannya itu tidak lepas dari dukungan semua pihak, terutama dari pemerintah yang telah memberikan perhatian kepada para pelaku UMKM.

 

“Prestasi ini patut kita syukuri dan menjadi daya ungkit bagi kami untuk semakin percaya diri memperkenalkan produk buah dan sayuran Indonesia ke mancanegara. Tak lupa kami juga ingin mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan pembiayaan melalui program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) UKM LPEI yang telah membantu kami memperluas akses pasar luar negeri,” ujar Novitha Herawati.

Baca Juga  Teguh: Revolusi Kuba Masih Relevan untuk Terus Digaungkan 

Novitha menambahkan bahwa dukungan LPEI kepada CV Nusantara Jaya Food juga tidak hanya sebatas dalam aspek pembiayaan. Melainkan juga dalam hal dukungan memperoleh jaringan bisnis baru dan kemudahan dalam memanfaatkan asuransi ekspor untuk memberikan proteksi selama bertransaksi ekspor.

 

“Kami menilai Asuransi Ekspor LPEI memberikan fasilitas yang lebih lengkap. Salah satunya asuransi gagal bayar yang disediakan LPEI. Sehingga kami merasa lebih aman dan nyaman apabila terjadi gagal bayar. Dengan demikian kami pun juga jadi lebih percaya diri dan fokus dalam scalling-up bisnis tanpa khawatir apabila terjadi gagal bayar,” pungkas Novitha Herawati.

 

Dukungan yang diberikan LPEI kepada para pelaku UMKM seperti yang dirasakan Novitha Herawati tidak hanya sebatas mendorong pelaku UMKM menjadi eksportir #LokalyangMendunia berdaya saing, namun juga diharapkan dapat memberikan manfaat ganda bagi masyarakat khususnya mereka yang berada di rantai pasok dari ekosistem bisnis UMKM tersebut.

Baca Juga  Luar Biasa, Kopi Gayo Tunjukkan Kualitas Emas Hitam dari Barat Indonesia

 

Selain berfokus untuk ekspor, CV Nusantara Jaya Food juga diketahui membangun kemitraan dengan lebih dari 5.000 para petani lokal untuk mendukung ketersediaan produk yang akan di ekspor ke luar negeri. Selain itu CV Nusantara Jaya Food juga memberikan pendampingan secara rutin dengan kegiatan edukasi kepada para petani untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman mereka khususnya dalam menghasilkan produk buah dan sayuran yang berstandar ekspor.

“Misi kami saat ini ingin mengubah mindset para petani lokal khususnya generasi muda bahwa industri pertanian bisa menjadi bisnis yang menjanjikan dan memberikan masa depan seperti bisnis konvensional pada umumnya, tentunya dengan kompentensi dan kualitas yang perlu ditingkatkan” ujar Novitha Herawati.(Red/*)

Berita Terkait

RI-Singapura Resmi Pakai Rupiah dan Dolar Singapura untuk Transaksi
Karhutla di Kalteng Turun Drastis, dari 500 Ribu Jadi 7 Ribu Hektare
Stop Diskriminasi Kerja! Menaker: Usia dan ‘Good Looking’ Bukan Syarat, Laporkan Kalau Ada
BPBD Batu Bara: 3 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Terdampak
Polisi Imbau Pengendara Tidak Merokok Saat Mengemudi
Kapolri Dianugerahi Sebagai Anggota Tapak Suci Muhamadiyah di Semarang 
Bursa Kapolda PMJ Memanas! Agus Flores: “Saya Sudah Tahu, Tapi Nggak Bisa Ngomong”
GREAT Institute: Permintaan Presiden Lee untuk Damaikan Korea Pengakuan Reputasi Prabowo di Panggung Global
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 07:39 WIB

RI-Singapura Resmi Pakai Rupiah dan Dolar Singapura untuk Transaksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Karhutla di Kalteng Turun Drastis, dari 500 Ribu Jadi 7 Ribu Hektare

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Stop Diskriminasi Kerja! Menaker: Usia dan ‘Good Looking’ Bukan Syarat, Laporkan Kalau Ada

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:27 WIB

BPBD Batu Bara: 3 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Terdampak

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Polisi Imbau Pengendara Tidak Merokok Saat Mengemudi

Berita Terbaru

DPRD Murung Raya

Bebie Apresiasi Gerak Cepat TNI-Polri Tangani Karhutla di Murung Raya

Minggu, 6 Sep 2026 - 22:09 WIB

DPRD Murung Raya

Dina Maulidah Apresiasi Kesiapsiagaan BPBD Hadapi Potensi Karhutla

Minggu, 6 Sep 2026 - 20:33 WIB

You cannot copy content of this page