Darah Rimba Agus Flores: Dari Anak Sakit-Sakitan, Menjelma Penjaga Hutan yang Tak Kenal Takut

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

JAKARTA — Tak semua orang lahir dari kenyamanan. Sebagian ditempa oleh kerasnya alam, dibesarkan oleh sunyi rimba, dan dipanggil oleh takdir untuk menjaga apa yang pernah menyelamatkan hidupnya. Itulah kisah Agus Flores.

Di masa kecilnya, Agus bukanlah sosok yang kuat.

Ia kerap terbaring lemah, sakit-sakitan, jauh dari bayangan anak tangguh. Namun takdir membawanya ke jalan yang tak biasa. Sang kakek, Andrias Ade, seorang pensiunan anggota kepolisian, memilih cara yang tak lazim mengajak Agus kecil masuk ke hutan, berburu, dan hidup di tengah alam liar.

Di sanalah segalanya berubah.

Bukan obat, bukan rumah sakit, melainkan hutan yang menyembuhkan. Di tengah dinginnya malam, kerasnya tanah, dan liar nya kehidupan rimba, tubuh Agus justru menemukan kekuatannya. Hutan bukan lagi tempat asing ia menjelma menjadi rumah, guru, sekaligus pelindung.

Baca Juga  Bupati Murung Raya Resmikan Penerbangan Perdana Puruk Cahu-Balikpapan

“Di kampung saya sakit. Di hutan, saya hidup,” begitu filosofi yang tertanam dalam dirinya.

Sejak itu, Agus dikenal dengan julukan “Loging” simbol dari jiwa yang tak bisa dipisahkan dari rimba. Setiap kali kembali ke kampung, tubuhnya melemah. Seolah alam telah memilihnya, dan ia tak bisa berpaling.

Meski waktu membawanya menembus dunia modern mengenyam pendidikan tinggi, bahkan memiliki akses ke lingkungan elite seperti Plaza Indonesia jiwanya tetap tinggal di hutan. Gedung-gedung tinggi tak pernah benar-benar menggantikan panggilan alam dalam dirinya.

Dan dari sanalah lahir seorang penjaga.

Bagi Agus, hutan bukan sekadar pohon dan tanah. Ia adalah kehidupan, sejarah, dan alasan ia masih berdiri hingga hari ini. Maka ketika mendengar ada yang merusak alam, sesuatu dalam dirinya bangkit liar, tegas, dan tak bisa ditawar.

Baca Juga  Sekda Murung Raya Sambut Kedatangan Danrem 102/Pjg di Bandara Dirung

“Kalau ada yang merusak hutan, darah saya langsung mendidih,” tegasnya.

Bukan sekadar kemarahan, melainkan panggilan jiwa. Sebuah refleksi dari masa kecil yang membentuknya dari seorang anak lemah menjadi sosok yang berdiri di garis depan menjaga alam.

Kini, Agus Flores bukan hanya manusia biasa. Ia adalah simbol bahwa alam tidak hanya untuk dimanfaatkan, tetapi juga untuk dijaga. Bahwa dari rimba yang sunyi, bisa lahir jiwa-jiwa kuat yang tak tunduk pada ketidakadilan.

Dan selama hutan masih berdiri, selama itu pula semangat Agus Flores akan tetap menyala menjadi benteng terakhir bagi alam yang pernah menyelamatkan hidupnya.

(*)

Berita Terkait

Bupati Heriyus Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Murung Raya
Sholawat Akbar PW–FRN di Alun-Alun Besuki Dikawal Full, Kapolres dan Wakapolres Situbondo Beserta Jajaran Turun Langsung
Bupati Heriyus Serahkan Bendera Merah Putih kepada Paskibraka untuk Dikibarkan pada HUT ke-81 RI
Upacara HUT ke-81 RI di PTPN I Regional 1 Berlangsung Khidmat
Kapolres Tanjung Balai Bersama Forkopimda Laksanakan Apel Kehormatan di Taman Makam Pahlawan
Forkopimda Murung Raya Gelar Ziarah Nasional dan Renungan Suci
DPRD dan Pemkab Murung Raya Simak Pidato Kenegaraan Presiden RI
Sambut HUT ke-81 RI, Polres Murung Raya Salurkan Bansos ke Panti Asuhan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Sholawat Akbar PW–FRN di Alun-Alun Besuki Dikawal Full, Kapolres dan Wakapolres Situbondo Beserta Jajaran Turun Langsung

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Bupati Heriyus Serahkan Bendera Merah Putih kepada Paskibraka untuk Dikibarkan pada HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:13 WIB

Upacara HUT ke-81 RI di PTPN I Regional 1 Berlangsung Khidmat

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Kapolres Tanjung Balai Bersama Forkopimda Laksanakan Apel Kehormatan di Taman Makam Pahlawan

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Forkopimda Murung Raya Gelar Ziarah Nasional dan Renungan Suci

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page