ASAHAN | TEMPO TIMUR – Kegiatan Kajian Rohani dan Silahturahmi antar Warga Desa Pulau Pule Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan yang menghadirkan sekira 40 Orang Masyarakat, Senin 28 Agustus 2023 Pukul 20.00 WIB.
Dalam kegiatan Silahturahmi tersebut Tokoh Masyarkat / Kepala Desa Pulau Pule Wukir menyampaikan bahwa kegiatan Silaturahmi anatar Warga di Desa Pulau Pule ada beberapa hal.
Yang pertama Kepala Desa berterimakasih kepada para warga Desa yang dapat hadir dalam Kegiatan Silahturahmi ini dimana kegiatan ini dilakukan untuk memberikan penguatan pemahaman mengenai pemahaman Agama yang mengarah kepada Pemahaman Radikalisme.
“Kita sebagai Umat Muslim khususnya di Desa Pulau Pule harus bisa berpegang teguh terhadap Ideologi Pancasila dan harus salaing bahu membahu mendukung Penuh kebijakan – kebijakan Pemerintah yang kita jalankan di Desa Pulau Pule,” kata Kades.
Kepala Desa juga memohon dukungan para warga untuk dapat menjalankan pemerintahan di Desa Pulau Pele dan kemudian ada hal yang harus kita Waspadai dan kita sadari bahwa saat ini paham – paham radikalisme dapat masuk di Desa dengan berkedok pengajian – pengajian.
Kegiatan Silahturahim ini bertujuan agar kita dapat memahami setidaknya kita sebagai warga masyakarat dan sebagai umat muslim mempunyai sedikit pegangan untuk dapat mengetahui pemahamman – pemahamman Radikalisme.
“Terutama yang dapat merusak hubungan sosial diantara masyarakat dan khususnya diantara keluarga kita sendiri,” pungkasnya.
Ustd Khaiul Abdi menambahkan, Perlu kita ketahui bahwa radikalisme dibagi menjadi dua yaitu radikalisme sekuler dan radikalisme agama.
“Radikalisme sekuler yaitu gerakan separatis yang bertujuan memisahkan diri, cara mendirikan negara yang merdeka, sedangkan radikalisme agama yaitu gerakan jihad untuk mendirikan negara, agama, daulah, atau khilafah,” jelasnya.
Alur gerakan terorisme dimulai dari takfir, thaghut, hijrah, jihad, istiādad, hingga amaliyah yang berarti praktek realisasi dari apa yang telah dipelajari yang bisa berupa peledakan bom.
“Kemudian untuk membentengi Pemahamman – Pemahamman Radikalisme diperlukan kualitas karakter, literasi dasar, dan kompetensi. Kualitas karakter yaitu dengan mempelajari nilai religius dan nasionalisme melalui pembelajaran agama yang baik,” tutupnya.
Terakhir dirinya akan mengajak seluruh komponen masyarakat di Desa Pulau Pule untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran paham dan atau gerakan radikalisme, terorisme dan atau ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. (MF)























