
FAKFAK – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pala Kabupaten Fakfak memberikan keringanan tagihan kepada pelanggan yang tidak mendapatkan pelayanan air bersih akibat menurunnya debit air selama musim kemarau.
Keringanan tersebut diberikan melalui penyesuaian tagihan menjadi Rp15.000 untuk pelanggan yang tidak menerima aliran air. Kebijakan ini telah diberlakukan selama September dan Oktober 2026, dan akan tetap diterapkan apabila kondisi kekeringan berlanjut pada November.
Direktur PDAM Tirta Pala Kabupaten Fakfak, Irwan, S.Sos., mengatakan, kondisi kekeringan yang terjadi saat ini menyebabkan debit air baku menurun drastis. Akibatnya, PDAM belum dapat mendistribusikan air secara normal kepada seluruh pelanggan.
Hal itu disampaikan Irwan saat dikonfirmasi Jurnalis TempoTimur.com di ruang kerjanya, Selasa (3/11/2026), pukul 13.04 WIT.
“Untuk sementara, kami belum bisa mengalirkan air secara normal kepada seluruh pelanggan karena debit air sangat kecil. Kondisi ini merupakan dampak dari kekeringan yang sedang terjadi,” ujar Irwan.
Ia menjelaskan, PDAM tetap berupaya memberikan keringanan kepada masyarakat, khususnya pelanggan yang selama dua bulan terakhir tidak mendapatkan pelayanan air bersih.
“Untuk pelanggan yang tidak mendapatkan aliran air selama September dan Oktober, kami memberikan keringanan tagihan menjadi Rp15.000. Jika pada November kondisi masih sama dan air belum bisa mengalir, kebijakan tersebut tetap kami berlakukan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Irwan juga mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama berdoa agar hujan segera turun sehingga debit air kembali meningkat dan pelayanan distribusi air ke rumah-rumah warga dapat berjalan normal.
Menurut dia, PDAM telah berupaya maksimal mengatasi persoalan tersebut. Namun, kondisi alam yang berada di luar kendali manusia menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga ketersediaan air bersih.
Sebagai langkah pelayanan sementara, PDAM telah membuka sejumlah keran umum yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh air bersih. Beberapa titik pelayanan tersebut berada di Kantor PDAM, Polsek, dan RRI untuk melayani warga di kawasan perkotaan.
Sementara itu, pelayanan air di wilayah seberang masih berlangsung, meskipun waktu distribusinya cukup lama. Dalam kondisi tertentu, pelanggan harus menunggu hingga sekitar 10 hari untuk kembali mendapatkan aliran air.
Irwan menjelaskan, keterbatasan debit air membuat proses penampungan dan pemompaan harus dilakukan secara bertahap. Air terlebih dahulu ditampung selama setengah hari, kemudian dipompa sekitar dua jam hingga persediaan dalam bak penampungan habis.
“Karena debit air sangat kecil, kami harus mengatur proses pemompaan secara bergantian. Jalur distribusi juga kami operasikan satu per satu agar pelayanan bisa berjalan semaksimal mungkin. Untuk sementara, belum memungkinkan membuka beberapa jalur sekaligus,” ungkapnya.
PDAM Tirta Pala berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga sumber air kembali tersedia dan distribusi kepada masyarakat dapat pulih secara bertahap.
Penulis : Amartus Rahakbauw K



