
Tanjung Balai — Pemerintah Kota (Pemko) Tanjung Balai terus berbenah dan serius dalam penataan kota khususnya menjadikan kawasan jalan Asahan menjadi kawasan Heritage di Kota Tanjung Balai.
Hal ini terlihat, saat Wakil Wali Kota Tanjung Balai Muhammad Fadly Abdina bersama sejumlah OPD memimpin langsung peninjauan kawasan Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan yang merupakan sentra perdagangan ikan dan direncanakan akan menjadi kawasan Heritage di Kota Tanjung Balai pada Senin (02/11/2026).
Tiba di lokasi, Wakil Wali Kota Tanjung Balai Fadly Abdina langsung bertemu sejumlah pengusaha ikan, berdialog dan menyampaikan sejumlah hal yang akan dilakukan Pemko Tanjung Balai serta beberapa hal yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh para pengusaha
Wakil Wali Kota menyampaikan kunjungan ini dalam rangka wujud perhatian dan keinginan Pemko Tanjung Balai khususnya bapak Wali Kota dalam menata kembali kawasan Jalan Asahan yang kita kenal sebagai sentra perdagangan ikan khususnya ikan teri, ikan asin dan sebagainya agar lebih terlihat rapi, tertib, bersih, indah dan nyaman tentunya bagi para pendatang.
“Kami disini datang melakukan peninjauan sekaligus pengecekan lokasi, menanyakan izin usahanya dan melihat bagaimana partisipasi pelaku usaha untuk kesinambungan dan mendukung Pembangunan di Kota Tanjung Balai seperti retribusi sampah, PBB dan retribusi lainnya,” jelas Fadly.
Tadi, setelah kami melakukan peninjauan, para pengusaha yang berada di jalan Asahan sudah menjalankan partisipasinya yaitu seratus persen sudah membayar retribusinya dan kepatuhan PBB serta izinnya juga sudah selesai, ujarnya.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota juga mengajak para pelaku pengusaha untuk bersama-sama berpartisipasi dan mendukung pembangunan kota Tanjung Balai. Fadly Abdina juga menyampaikan, kedepannya Pemko Tanjung Balai akan membangun dan memperbaiki drainase dan memaksimalkan penerangan di Jalan Asahan.
“Kami (Pemko) Tanjung Balai berharap, Jalan Asahan ini bisa menjadi kawasan Heritage mengingat bangunan yang memiliki nilai sejarah dengan arsitektur kuno (peninggalan Belanda). Sehingga kawasan tersebut nantinya akan lebih tertata rapi, bersih dan berwarna,” kata Wakil Wali Kota Tanjung Balai.
Selain itu, Wakil Wali Kota Tanjung Balai juga mengajak para pelaku usaha agar mencantumkan label asal Kota Tanjungbalai di setiap kemasan produknya, hal tersebut bertujuan agar masyarakat luar mengetahui bahwa produk tersebut dihasilkan dari kota Tanjung Balai.
“Dengan mencantumkan Kota asal di setiap kemasan, hal tersebut membantu mempromosikan Kota Tanjung Balai ke masyarakat luar bahwa kota Tanjung Balai memiliki produk komoditi perikanan,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pengusaha ikan asin di Jalan Asahan, Yakub (Alun) menyambut baik rencana Pemerintah Kota Tanjung Balai menjadikan Jalan Asahan menjadi kawasan Heritage.
“Kami pengusaha di Jalan Asahan sangat mendukung rencana Pemko Tanjung Balai menjadikan kawasan heritage,” ujarnya.
Ia juga merespon baik atas permintaan Pemko Tanjung Balai agar setiap kemasan dicantumkan kota asal produk komoditi ikan yang dikirim ke berbagai daerah.
“Kami sangat mendukung nama Kota Tanjung Balai dicantumkan di setiap kemasan, hal tersebut mempromosikan daerah kita ke luar kota bahwa kota Tanjung Balai memiliki produk komoditi ikan yang dikirim ke berbagai daerah. Semoga dengan program-program yang dijalankan, dapat membawa kota Tanjung Balai menjadi lebih baik lagi.” ucapnya.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Asisten Ekbang Tajul Abrar, Kadis PUTR, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Perhubungan, Kadis Dagper, Kadis Perizinan dan penanaman modal, Kadis Disnaker Koperasi dan UMKM, Camat Tanjung Balai Selatan, Lurah beserta jajaran.
Penulis : Tfq



