Kalau menoleh berita viral saat pidato Bupati Baharuddin di MTQ kabupaten Batu bara beberapa waktu yang lalu menekankan agar seluruh jajaran bekerja dan mengabdi dalam pelayanan masyarakat untuk loyal serta berintegritas termasuk para ASN dan tenaga honorer
Pada prinsipnya itu merupakan tekanan bersipat umum dalam melaksanakan kewajiban kerja sebagai pelayanan negara.
Lalu mengapa ini menjadi titik tekan Bupati Bahar mengingatkan pentingnya frasa Loyalitas jajarannya ?.
Mengapa pula loyalitas itu jadi persoalan di publik menyikapi pidato itu ?.
Sederhananya loyalitas bermakna kesetiaan dalam bekerja loyalitas di pemerintahan menurut Bupati Bahar bukan berarti “ikut atasan walau salah”. Tapi untuk mengingatkan bahwa Maknanya setia pada tiga hal utama yakni Sumpah Jabatan dan UUD 1945 bekerja sesuai aturan, dan berintegritas.
Hal kedua Loyal pada Kepentingan publik nomor satu di atas golongan termasuk dunia pendidikan bagi kalangan guru.
Ketiga Loyal menjaga nama baik institusi, rahasia negara, dan program yang sudah disepakati inilah agaknya yang di maksud Bupati Bahar dalam memaknai loyalitas itu.Jadi pejabat ASN maupun tenaga Honorer itu Loyal dalam menjalankan kepercayaan dalam mengawal kebijakan sampai tuntas.
Nampaknya kegelisahan Bupati Bahar bicara soal loyalitas itu bukan takut di kritik dan di giring kemana mana tapi paktanya terjadi degradasi motivasi dalam bekerja para ASN dan Tenaga Honorer yang mulai panik dengan situasi ekonomi dalam mencukupi kebutuhan sehari hari ini yang menjadi kekhawatirannya yang mempengaruhi loyalitas para aparaturnya di semua tingkatan,menggerus; semangat bekerja di semua aparatur Pemerintahan Batu Bara.
Justru disinilah point pentingnya bagi publik dalam memandang dan menelaah persoalan mengapa Bupati Bahar ungkap pernyataan itu ke publik akan pentingnya loyalitas terhadap pimpinan, agar kemudi pemerintahan bisa terkendali menjalankan pelayanan di masyarakat jika sebaliknya tanpa loyalitas akan berbahaya, Bayangkan saja kapal berlayar di laut luas, semua anak buah kapal (abk)ingin jadi nahkoda padahal sudah jelas dalam pembagian tugas seorang kepala daerah itu tidak saja mengendalikan pemerintahan dan mengambil keputusan tertinggi.tapi juga motivator dan di namisator dalam setiap kebijakan termasuk urusan aparaturnya.
Bekerja di pemerintahan itu tidaklah mudah seperti orang bekerja di sektor sipil ada perbedaannya walau kadang di temukan titik persamaan,
misal soal Integritas aparatur pemerintah saat bekerja memandang nilai perbuatan tentang disiplin kerja kejujuran dalam mengelola administrasi baik data dan seterusnya harus fakta buka imajinasi apalagi manipulasi ini merupakan prinsip dalam bekerja berintegritas .Di perlukan Akuntabel berani tanggung jawab tidak lempar batu sembunyi tangan.
Itulah sebab dua-duanya loyalitas dan integritas ibarat dua sisi keping satu nilai mata uang yang tak boleh dipisahkan.
Loyal tanpa integritas jadi alat kekuasaan.
Integritas tanpa loyalitas tidak solid, susah kerja buat jalannya pemerintahan.
Jadi dengan demikian apa yang dimaksud Bupati Bahar menekankan agar menjaga Loyalitas pada pimpinan itu bagian dari strategi jangka panjang agar roda pemerintahan dapat berlangsung dengan baik dalam melayani masyarakat,agar tidak kehilangan arah dalam bekerja sama,juga sama-sama bekerja .
Penulis Direktur LKPI.




















