Aksi Memanas, LAMPU Nilai Jawaban Plh Manager PLN Tanjung Balai Tidak Memuaskan

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

TANJUNG BALAI — Aksi unjuk rasa yang digelar Lintas Aktivis Masyarakat dan Pemuda Bersatu (LAMPU) Tanjung Balai di depan Kantor PLN ULP Tanjung Balai, Jumat (7/8/2026), berlangsung memanas.

Massa tidak hanya menyampaikan tuntutan melalui pernyataan sikap, tetapi juga mencecar pihak PLN dengan berbagai pertanyaan terkait seringnya pemadaman listrik yang belakangan terjadi di Kota Tanjung Balai.

Aksi sempat diwarnai pembakaran ban sebagai bentuk kekecewaan terhadap pelayanan kelistrikan yang dinilai belum memberikan kepastian kepada masyarakat. Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi terus mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif.

Dalam dialog terbuka, massa mempertanyakan penyebab utama pemadaman listrik yang berulang, alasan jadwal pemadaman yang dinilai kerap tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, hingga langkah konkret PLN untuk mencegah gangguan serupa kembali terjadi.

Namun, jawaban yang disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Manager PLN Tanjung Balai dinilai belum mampu menjawab substansi pertanyaan massa. Beberapa peserta aksi tampak menyela penjelasan karena menganggap jawaban yang diberikan masih bersifat normatif dan tidak memberikan kepastian mengenai solusi maupun waktu penyelesaian persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

Andrean Hanif, Ketua Umum Tim Hanif salah satu Perwakilan LAMPU menyatakan bahwa masyarakat membutuhkan penjelasan yang jelas dan transparan, bukan sekadar pernyataan bahwa persoalan akan diteruskan kepada pimpinan.

Plh Manager PLN menjelaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sementara dan menyampaikan bahwa seluruh aspirasi serta tuntutan massa akan diteruskan kepada Manager PLN Tanjung balai yang saat ini sedang berada di luar kota.

Pernyataan tersebut justru memicu kekecewaan sebagian massa karena mereka berharap mendapat penjelasan langsung dari pihak yang memiliki kewenangan mengambil keputusan.

Dalam pernyataan sikapnya, LAMPU mendesak PLN Tanjung Balai agar terbuka mengenai penyebab pemadaman listrik, menyampaikan informasi jadwal pemadaman secara akurat, memperbaiki sistem kelistrikan, serta bertanggung jawab atas kerugian masyarakat.

Hingga aksi berakhir, belum ada keputusan maupun komitmen teknis yang disampaikan pihak PLN selain memastikan seluruh aspirasi akan dilaporkan kepada Manager PLN untuk ditindaklanjuti.

Massa menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons yang dianggap memadai.

Penulis : Taufik

Berita Terkait

Bursa Ketua PWI Sumut 2026 Memanas, Farianda, Rianto hingga Austin Tumengkol Adu Kekuatan
18 WN Papua Nugini Dideportasi, Salahgunakan Kartu Kuning untuk Bertanding di Jayapura
Air Rendam Pondok Zikir Ahli Syattariyah di Simpang Gambus, Diduga Dampak Luapan Hulu Sungai
Bupati Batu Bara Tinjau Langsung Banjir di Gambus Laut dan Jembatan Patah
INALUM Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah – Kalimantan Barat, 60 Relawan Grup MIND ID Diterjunkan ke Sekitar Wilayah Operasional BAI
RUU Perampasan Aset Dipastikan Diketok 15 Desember 2026, Sahroni: Berantas Koruptor
Antisipasi Abu Vulkanik, SMA-SMK di Banten PJJ 3 Hari Mulai 7 September
Prabowo Bahas Penataan BUMN, 290 Perusahaan Disebut Telah Ditutup

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:35 WIB

Bursa Ketua PWI Sumut 2026 Memanas, Farianda, Rianto hingga Austin Tumengkol Adu Kekuatan

Jumat, 11 September 2026 - 21:16 WIB

18 WN Papua Nugini Dideportasi, Salahgunakan Kartu Kuning untuk Bertanding di Jayapura

Jumat, 11 September 2026 - 10:15 WIB

Air Rendam Pondok Zikir Ahli Syattariyah di Simpang Gambus, Diduga Dampak Luapan Hulu Sungai

Rabu, 9 September 2026 - 19:54 WIB

Bupati Batu Bara Tinjau Langsung Banjir di Gambus Laut dan Jembatan Patah

Senin, 7 September 2026 - 17:05 WIB

INALUM Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah – Kalimantan Barat, 60 Relawan Grup MIND ID Diterjunkan ke Sekitar Wilayah Operasional BAI

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page