
BATU BARA — Kabar aksi unjuk rasa yang akan dilakukan Gerakan Masyarakat Peduli Indonesia (GEMAPI) di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu Bara mendapat pengawalan ketat dari personel Polsek Talawi dan Polres Batu Bara, Selasa (26/5/2026).
Dalam informasi yang beredar, Ketua Umum GEMAPI, Jailani, disebut akan mendesak Kejaksaan Negeri Batu Bara agar membuka secara transparan sejauh mana progres penanganan dugaan penyimpangan anggaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tahun 2024.
Selain itu, pihak GEMAPI juga dikabarkan akan mempertanyakan tindak lanjut dan perkembangan proses hukum terkait dugaan mark up kegiatan MTQ tersebut.
Tak hanya itu, mereka juga disebut meminta agar Kejari Batu Bara tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum terhadap dugaan korupsi anggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batu Bara, serta segera memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat dalam pengelolaan anggaran tersebut.
Namun, saat tiba di Kantor Kejaksaan Negeri Batu Bara di Jalan Kuala Teuku Umar, Pahang, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, massa yang hadir hanya berjumlah dua orang.
Kedatangan mereka pun tidak diwarnai aksi orasi ataupun unjuk rasa. Kedua perwakilan GEMAPI hanya menyerahkan surat tuntutan dan sejumlah dokumen melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejari Batu Bara sebelum meninggalkan lokasi.
Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Talawi AKP. Arianto Sitorus beserta Kasubbagdalops Polres Batu Bara AKP. P. Situngkir, Kanit Binmas, IPDA. Alpian, Kanit Samapta Polsek Talawi IPDA. Ucok Parlindungan dan Personil Polres, Polsek yang terseprint.
(H76)



















