Implementasi Program Satu Sekolah Satu Produk di NTT dorong Kewirausahaan Siswa

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

RUTENG, NTT — Upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini terus digalakkan di lingkungan pendidikan. Salah satunya dilakukan oleh SMAN 2 Langke Rembong melalui program “Satu Sekolah Satu Produk” yang terintegrasi dengan pengelolaan NTT Mart sebagai wadah pemasaran dan praktik usaha siswa.

Program ini merupakan bagian dari kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mendorong setiap sekolah menghasilkan produk unggulan bernilai ekonomi. Selain itu, program ini dirancang sebagai media pembelajaran berbasis praktik guna menghubungkan teori di kelas dengan pengalaman nyata di lapangan.

Kepala SMAN 2 Langke Rembong dalam keterangannya menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bentuk dukungan sekolah terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan inovasi pendidikan sekaligus berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal.

“Program ini tidak hanya untuk lingkungan sekolah, tetapi juga diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Batu Bara Hadiri Zikir Akbar Nasional PPITTNI 2025

Dalam implementasinya, sekolah telah menetapkan sejumlah kebijakan internal dengan melibatkan seluruh komponen pendidikan. Setiap unsur, mulai dari guru hingga tenaga kependidikan, diberi peran sesuai kompetensi untuk mendukung pengelolaan program kewirausahaan.

Produk yang dikembangkan berfokus pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), baik berupa barang maupun jasa yang memiliki nilai jual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan mampu memahami proses bisnis secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Meski demikian, pelaksanaan program saat ini masih berada pada tahap awal pengembangan. Pengelolaan NTT Mart yang baru diresmikan menyebabkan keterlibatan siswa belum berjalan optimal.

Seorang guru di sekolah tersebut mengungkapkan bahwa operasional NTT Mart sementara masih dikelola oleh guru dan pihak sekolah. “Siswa belum dilibatkan secara langsung karena sistemnya masih dalam tahap penataan,” katanya.

Baca Juga  KPAD Gandeng Kajari Lindungi Anak Batu Bara

Kendala lain yang dihadapi adalah minimnya jumlah pengunjung dan pembeli. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya informasi yang sampai ke masyarakat terkait keberadaan NTT Mart. Selain itu, aspek manajemen usaha juga masih dalam tahap penyesuaian.

Keterbatasan sumber daya manusia turut menjadi tantangan. Guru yang terlibat dalam program masih harus menjalankan tugas utama mengajar, sehingga belum dapat sepenuhnya fokus pada pengelolaan usaha.

Meski menghadapi sejumlah hambatan, pihak sekolah optimistis program ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Keterlibatan langsung dalam aktivitas kewirausahaan diyakini mampu memberikan pengalaman praktis yang lebih efektif bagi siswa.

Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah provinsi melalui pendampingan dan arahan teknis guna memastikan pengelolaan berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Baca Juga  Menkumham Ajak Pelaku Bisnis Sinergi dengan Pemerintah Perangi Perdagangan Orang

Ke depan, SMAN 2 Langke Rembong berkomitmen mengembangkan program ini menjadi model kewirausahaan sekolah yang lebih terstruktur dan profesional. Dengan penguatan sistem dan peningkatan partisipasi siswa, program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.

Secara keseluruhan, implementasi “Satu Sekolah Satu Produk” menunjukkan potensi signifikan dalam pengembangan pendidikan berbasis kewirausahaan di Nusa Tenggara Timur, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pendidikan.

 

Di susun oleh :

Helena Dhesti Charista

Anisa Dasung

Karolina A. Yosmi

Fredensiana Yestin Janum

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

INALUM Gelar Kompetisi Jurnalistik InJournal Chapter 1 untuk Jurnalis Sumatera Utara
Satres Narkoba Polres Batu Bara dan GANN Sosialisasikan Bahaya Narkoba ke Pelajar
FIFA Tetapkan 52 Wasit Utama untuk Piala Dunia 2026
Silaturahmi Dengan Insan Pers, LSM dan Aktivis, Wali Kota Ajak Bangun Persepsi Positif Wujudkan Tanjung Balai EMAS 
Bupati Batu Bara Perkuat Hubungan Kerjasama Dengan Konsulat Jenderal RRT Medan
Purbaya Sebut Pajak MBG Diperkirakan Capai 5%
BUMN Hadir, Tapi Nelayan Tak Sejahtera: HNSI Batu Bara Angkat Bicara
Wali Kota Tanjung Balai Hadiri RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 PT Bank Sumut

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 21:41 WIB

INALUM Gelar Kompetisi Jurnalistik InJournal Chapter 1 untuk Jurnalis Sumatera Utara

Sabtu, 11 April 2026 - 20:39 WIB

Satres Narkoba Polres Batu Bara dan GANN Sosialisasikan Bahaya Narkoba ke Pelajar

Jumat, 10 April 2026 - 19:59 WIB

FIFA Tetapkan 52 Wasit Utama untuk Piala Dunia 2026

Rabu, 8 April 2026 - 18:24 WIB

Silaturahmi Dengan Insan Pers, LSM dan Aktivis, Wali Kota Ajak Bangun Persepsi Positif Wujudkan Tanjung Balai EMAS 

Rabu, 8 April 2026 - 09:46 WIB

Bupati Batu Bara Perkuat Hubungan Kerjasama Dengan Konsulat Jenderal RRT Medan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page