Manokwari — Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., meninjau lokasi rencana pembangunan SMA Taruna Kasuari di Kampung Dindey, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari, pada Kamis (15/1/2026) pagi WIT.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, S.Pd., M.Pd., serta jajaran terkait sebagai bagian dari evaluasi kesiapan lahan dan tindak lanjut pembangunan sekolah unggulan di Papua Barat.
Dalam laporannya kepada Gubernur, Barnabas menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari tugasnya setelah kembali menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat sejak Juni 2025.
Selain meninjau lokasi, tim juga melakukan pembersihan lahan sebagai tahapan awal pembangunan.Namun demikian, Barnabas mengungkapkan adanya kendala pembayaran lahan.
Saat meninjau hingga ke ujung lokasi, rombongan sempat diadang oleh masyarakat yang menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa petak tanah yang belum dibayarkan dengan total nilai sekitar Rp2,9 miliar.
“Informasi tersebut sudah saya sampaikan langsung kepada Bapak Gubernur Papua Barat untuk ditindaklanjuti,” ujar Barnabas.
Ia menambahkan, meskipun sempat terjadi pemalangan oleh masyarakat, persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui pendekatan komunikasi, sehingga palang dibuka dan proses pembersihan lahan kembali dilanjutkan.
Barnabas menegaskan bahwa pembangunan SMA Taruna Kasuari merupakan kepentingan strategis daerah, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul sebagai generasi penerus Papua Barat.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun anggaran sebelumnya, pemerintah daerah telah membangun lapangan voli dan lapangan basket di area tersebut sebagai fasilitas penunjang. Ke depan, kawasan ini direncanakan menjadi area olahraga terpadu, dengan perencanaan yang telah melibatkan konsultan tata ruang.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat dalam sambutannya menegaskan bahwa SMA Taruna Kasuari merupakan sekolah unggulan yang telah dirintis sejak tahun 2022. Sekolah ini menerapkan seleksi ketat dan murni, tanpa intervensi pejabat maupun pihak mana pun.
“Yang diterima adalah anak-anak Papua yang benar-benar memenuhi standar akademik dan lulus seleksi. Tidak ada titipan,” tegas Dominggus Mandacan.
Menurut Gubernur, lulusan SMA Taruna Kasuari telah menunjukkan kualitas yang baik, dengan banyak di antaranya mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi nasional, perguruan tinggi lokal, hingga mengikuti seleksi akademi kedinasan.
Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pembangunan sekolah tersebut, termasuk melalui pemanfaatan sementara gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang telah direnovasi sebagai asrama, ruang belajar, dan fasilitas pendukung lainnya.
Dengan peninjauan ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap seluruh tahapan pembangunan SMA Taruna Kasuari dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan di Papua Barat.
Penulis : Amatus Rahakbauw













