
MANOKWARI — Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengajak Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) terus memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan serta berperan aktif mendukung pembangunan di Papua Barat.
Ajakan itu disampaikan saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus PSMTI Provinsi Papua Barat dan PSMTI Kabupaten Manokwari masa bakti 2026–2030 di Aula Susweni, Manokwari, Senin (3/8/2026).
Dalam sambutannya, Dominggus mengapresiasi panitia yang telah menyelenggarakan pelantikan secara tertib dan khidmat.
Menurut dia, keberagaman suku, budaya, dan agama di Papua Barat merupakan modal sosial yang harus terus dijaga untuk memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan daerah.
“Papua Barat adalah tanah yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan agama. Keberagaman ini bukan penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan kita sebagai keluarga besar dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Dominggus.
Ia mengatakan masyarakat Tionghoa telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Papua Barat. Selama ini, masyarakat Tionghoa hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat asli Papua maupun berbagai kelompok masyarakat lainnya serta turut memberikan kontribusi di berbagai bidang.
Gubernur juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PSMTI yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan periode 2026–2030 dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Dominggus, organisasi kemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, serta berkontribusi dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Papua Barat terbuka untuk membangun kolaborasi dengan seluruh organisasi kemasyarakatan, termasuk PSMTI, guna mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah.
“Kami berharap PSMTI terus aktif dalam pemberdayaan masyarakat, kegiatan sosial kemanusiaan, pendidikan, serta pelestarian nilai-nilai budaya yang memperkaya kehidupan masyarakat Papua Barat,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Dominggus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga toleransi, persatuan, dan kerukunan antarsuku maupun antarumat beragama.
“Perbedaan latar belakang etnis dan budaya harus menjadi perekat, bukan pemisah, demi mewujudkan Papua Barat yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Ia berharap kepengurusan baru PSMTI mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat sehingga menghasilkan karya nyata yang mendukung kemajuan Papua Barat.
Penulis: Amatus Rahakbauw K









