Labuan Bajo, NTT — Sapi berkeliaran di Labuan Bajo, potret buram di tengah aktivitas pariwisata super premium.
Fenomena sapi yang berkeliaran di tempat-tempat umum, dijalan raya, di depan kantor-kantor pemerintah dan pemukiman penduduk terus berulang di Labuan Bajo.
Pemukiman penduduk yang seharusnya bebas dari aktivitas peliharaan sapi, tetap kenyataan berbeda, dimana belasan sapi liar sengaja dibiarkan oleh pemiliknya, miris!.
Tepatnya sepanjang Jl. Raymundus Rambu No.01, RT/RW : 09/03, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terpantau oleh awak media belasan sapi bebas berkeliaran tanpa pemilik, Minggu, 30/11/2025 siang.
Laporan warga sekitar bahwa belasan ekor sapi hampir setiap hari memadati area lahan kosong dekat pemukiman warga, dan sering melintas jalan umum bahkan keluar masuk di beberapa kompleks sekolah yang ada di sekitar Jalan Raymundus Rambu menuju Smip wilayah Desa Batu Cermin.
Warga pun menyoroti lemahnya kontrol pemerintah dan rendahnya kesadaran pemilik ternak.
Seorang warga sekitar menyampaikan kekesalannya kepada media Tempo Timur bahwa, “Saya tidak habis pikir dengan kondisi yang ada, sapi yang berkeliaran di wilayah kami ini sangat banyak tak terhitung jumlahnya entah siapa pemiliknya, pemilik sapi-sapi yang ada seolah-olah ada aksi pembiaran, keterlaluan betul”.
“Kami warga di wilayah sini memohon agar aparat pemerintah melalui, Pemdes Batu Cermin dan Pol PP Manggarai Barat agar menindak tegas sapi yang ada kalau tidak ada pemiliknya”.
“Kami sangat resah dan tidak nyaman selama ini, sebenarnya sapi yang berkeliaran di wilayah kami sudah bertahun-tahun liar begini, bila perlu ada divisi khusus dari Pemerintah Desa dalam rangka penanganan ternak liar, supaya ada kegiatan patroli setiap hari”. Tegasnya, dengan nada kesal warga yang tak mau disebutkan namanya.
Penulis : Ricky



















