Tentang Sebuah Blokir dan Pelajaran yang Tak Boleh Dilupakan”

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Kadang hidup memberi kita kejutan-kejutan kecil yang tidak kita harapkan. Ada hari-hari ketika kita merasa sudah berbuat baik, tetapi balasannya justru menyakitkan. Seperti kisah seorang anak muda yang hanya karena melakukan follow back, ia justru diblokir oleh seseorang yang disapanya dengan penuh hormat: Bunda.

Belum sempat hati menenangkan diri dari rasa heran dan kecewa, tiba-tiba jaringan pun terputus. Seolah-olah alam ingin berkata, “Berhentilah sebentar. Pikirkan kembali apa yang sedang terjadi.”

Namun, di balik pengalaman sederhana itu, ada pelajaran besar yang sering terlewat oleh banyak muda-mudi zaman sekarang.

Kadang kita terlalu mudah memberi hati kepada dunia maya—like, follow, komentar, balasan singkat—lalu membiarkan perasaan kita dibawa naik turun oleh hal-hal yang sebenarnya tidak menentukan masa depan kita. Kita larut dalam kesibukan online, namun lupa bahwa masa depan tidak dibangun dari notifikasi, tetapi dari ilmu, karakter, dan kerja keras.

Baca Juga  Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara

Anak muda yang bijak bukan dia yang hidup dari validasi orang lain, melainkan dia yang tahu kapan harus berhenti, kapan harus belajar, dan kapan harus memikirkan masa depan yang lebih jauh dari layar ponsel.

Sebab, kehidupan di dunia nyata menuntut lebih dari sekadar keberanian mengetik pesan atau mengikuti akun seseorang. Dunia nyata menuntut pengetahuan, kemampuan, dan akhlak yang kuat.

Sering kali, pengalaman kecil—seperti diblokir seseorang—justru menjadi pengingat bahwa tidak semua orang akan menyukai kita, dan itu tidak apa-apa. Yang penting adalah kita tetap berjalan di jalan yang benar, fokus pada tujuan hidup, dan tidak membiarkan hal remeh mengganggu perjalanan besar yang sedang kita bangun.

Baca Juga  Fungsi dan Peran Pers dalam Demokrasi: Antara Kebebasan dan Tanggung Jawab

Untuk seluruh generasi muda, ingatlah:

Pendidikan adalah fondasi masa depanmu.

Belajar adalah investasi paling mahal dan paling berharga yang tidak bisa diblokir oleh siapa pun.

Masa depanmu tidak ditentukan oleh siapa yang memblokirmu, tetapi oleh apa yang kamu lakukan hari ini.

Fokuslah pada pelajaran, keterampilan, dan karakter.

Jadilah generasi yang kuat, bijaksana, dan mampu berdiri tegak tanpa mengharapkan validasi dari media sosial.

Suatu hari nanti, ketika kamu sudah berhasil, kamu akan tersenyum mengingat pengalaman kecil seperti ini dan berkata, “Terima kasih, karena dari hal sederhana itu aku belajar untuk lebih dewasa.”

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara
Salut, Pansus Plasma HGU Perkebunan di Batu Bara Terbentuk 
Raden AF, Mengupas Lagi Jendral AA, Terkenal Keberaniannya Mengeksekusi Anakbuahnya Merusak Bangsa
Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya
Gereja Tanpa Struktur Jelas? Jangan Heran Pelayanannya Kacau
Iman Jalan Pribadi, Bukan Titipan pada Tokoh Rohani
“Air Mata di Bawah Langit Fakfak: Saat Roh Kudus Menyentuh Hati yang Terluka”
Teduhnya Penantian di Bawah Langit Malam

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:13 WIB

Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:04 WIB

Salut, Pansus Plasma HGU Perkebunan di Batu Bara Terbentuk 

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:57 WIB

Raden AF, Mengupas Lagi Jendral AA, Terkenal Keberaniannya Mengeksekusi Anakbuahnya Merusak Bangsa

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:52 WIB

Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:34 WIB

Gereja Tanpa Struktur Jelas? Jangan Heran Pelayanannya Kacau

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page