Ermelinda, Founder Fress Juss Berharap, Semakin Banyak Masyarakat Yang Berkunjung Di Mawatu

- Penulis

Sabtu, 22 November 2025 - 23:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Labuan Bajo, NTT — Perputaran ekonomi masyarakat di labuan bajo melalui spot trend Mawatu berhasil mengangkat citra Usaha Mikro, Kecil, dan menengah (UMKM), kurang dari tiga bulan selama pembukaan perdana 3 Oktober 2025, antusiasme UMKM sangat luarbiasa dampak dari banyaknya masyarakat yang berkunjung.

Mawatu Labuan Bajo resmi dibuka pada tanggal 3 Oktober 2025 dan terbuka untuk umum secara gratis. Kawasan ini dirancang sebagai pusat kota terpadu untuk gaya hidup dan pariwisata, menawarkan berbagai fasilitas seperti area komersial, ampiteater, toilet, dan ATM

Pada tahun 2024, UMKM di Labuan Bajo mendapat berbagai dukungan melalui berbagai acara dan program pemerintah, seperti Bazar UMKM Pesona Timur Indonesia yang menghasilkan transaksi Rp112 juta, Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2024 yang dihadiri Menteri Pariwisata, dan Floratama Academy 5.0 untuk transformasi digital. Selain itu, ada juga inisiatif dari BUMN seperti Rumah BUMN oleh Telkom serta kolaborasi dengan platform digital seperti Grab untuk meningkatkan daya saing UMKM.

Baca Juga  Perayaan Satu Tahun PLUS by BTN Prioritas Gelar Roadshow di Medan

Salah satu pelaku UMKM di Spot Trend Mawatu Ermelinda Inda , menyampaikan kepada awak media ini “Alasan saya buka usaha ini, pertama saya melihat labuan bajo sebagai kota dengan hawa cukup panas dan sebagai kota wisata super premium, sehingga saya mencoba untuk memulai membuka usaha ini, dengan nama Brand Fress Juss, dan Puji Tuhan usaha ini sudah berjalan tiga tahun sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada, dan terimakasih kepada Mawatu telah memfasilitasi kami mengisi stand yang ada” Sabtu, (22/11/2025) malam.

“Konsumen juga sangat antusias dengan produk yang kami tawarkan di stand streerbar ini, beberapa jenis yang kami tawarkan diantaranya: mix mangga markisa, mix advokat sirsak, mix wortel jeruk, salad buah, disert Puding, es buah, es kuwut, mix buah potong, es kelapa”

Baca Juga  Diskon Tiket Lebaran 2026 Dongkrak Penumpang PELNI Fakfak Jadi 4.196

“Dari sisi pendapatan, kalau hari biasa tidak bagitu ramai, tetapi kalau akhir pekan kunjungan masyarakat ke Mawatu sangat ramai sekali, dan sangat berdampak juga pada pendapatan kami, ya bagi saya cukup untuk menyambung hidup, yang paling penting kegiatan kami berjalan terus, semoga Mawatu kedepannya semakin ramai”. Tutup Ermelinda.

Penulis : Ricky

Berita Terkait

PELNI Fakfak Perkuat Konektivitas dan Distribusi Logistik, Siapkan KM Umsini Singgah di Fakfak
Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia
Sabolah Al Kalamby Ditunjuk Jadi Komisaris MGPA, Siap Perkuat Dampak Ekonomi Mandalika bagi Masyarakat NTB
Wakil Walikota Tanjung Balai Pimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Kelengkapan KDMP/KKMP
Pgs Pemimpin BANK Papua Cabang Fakfak Pastikan Pelayanan Perbankan Tahun 2026 Berjalan Lancar
INALUM Serahkan Bantuan TJSL untuk Dorong pembangunan Berkelanjutan di Samosir
Pedagang Langsat di Fakfak Raup Lebih dari Rp1 Juta per Hari, Harga Rp10 Ribu per Tumpuk
INALUM Raih PROPER Emas dan Hijau 2025, Tegaskan Konsistensi Kinerja ESG Berkelanjutan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:23 WIB

PELNI Fakfak Perkuat Konektivitas dan Distribusi Logistik, Siapkan KM Umsini Singgah di Fakfak

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:27 WIB

Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:52 WIB

Sabolah Al Kalamby Ditunjuk Jadi Komisaris MGPA, Siap Perkuat Dampak Ekonomi Mandalika bagi Masyarakat NTB

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:24 WIB

Wakil Walikota Tanjung Balai Pimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Kelengkapan KDMP/KKMP

Senin, 11 Mei 2026 - 11:03 WIB

Pgs Pemimpin BANK Papua Cabang Fakfak Pastikan Pelayanan Perbankan Tahun 2026 Berjalan Lancar

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page