Daripada mencintai bibir wanita yang sudah menjadi milik orang lain, lebih baik aku belajar mengasihi diriku sendiri.
Aku sadar, cinta yang salah tempat hanya menjerat hati pada kehampaan. Kini aku memilih menata hidup, mencintai profesiku sebagai seorang jurnalis — profesi yang menuntut kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab.
Aku tak ingin terjebak dalam dunia maya yang penuh tawa palsu dan candaan murahan tanpa arah. Media sosial sering kali hanya menjadi panggung untuk berpura-pura: orang berlaga seolah punya segalanya, padahal yang ada hanyalah khayal dan kepalsuan.
Lebih baik aku menulis dan berkarya dalam pelayanan kepada banyak orang. Di sanalah aku menemukan arti hidup yang sebenarnya — bukan dalam canda kosong, tapi dalam karya nyata yang membawa manfaat.
Hidup bukan tentang mencari siapa yang bisa menghibur kita sesaat, tetapi tentang bagaimana kita bisa menjadi berkat bagi sesama dengan ketulusan hati.
Penulis : Amatus Rahakbauw




















