Baju Lusuh di Rumah Tuhan

- Penulis

Sabtu, 20 September 2025 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cerpen Rohani

Hari Minggu selalu menjadi fajar yang paling kurindu. Bukan karena aku punya pakaian baru, bukan pula karena aku ingin terlihat suci di mata manusia. Aku datang hanya karena satu alasan: aku ingin bertemu dengan Yesus, Juruselamat yang telah menebus hidupku.

Namun langkahku kerap terasa berat, bukan oleh jarak, melainkan oleh tatapan yang menusuk. Jemaat menoleh seakan matanya pedang yang mengiris. Bajuku memang itu-itu saja. Lusuh, pudar, berkali-kali kupakai. Di mata mereka, aku hanyalah noda yang mengganggu keindahan rumah Allah.

Bisikan terdengar: “Kenapa dia tidak ganti pakaian? Bukankah rumah Tuhan harus dihormati?”Ada yang tersenyum sinis, seakan aku menginjak halaman suci dengan kaki kotor.

Baca Juga  Buah Jambu – Buah Jasmani vs Buah Rohani

Tetapi firman itu bergema di dalam hatiku:

“Sebab TUHAN tidak melihat seperti manusia melihat; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”1 Samuel 16:7

Aku datang bukan untuk pamer pakaian, melainkan untuk mempersembahkan hatiku. Hatiku yang hancur, hatiku yang rindu disentuh kasih Kristus.

Yesus sendiri pernah menghardik orang-orang yang merasa paling benar:

“Celakalah kamu, hai orang-orang munafik! Kamu seperti kuburan yang dilabur putih, di luar tampak indah, tetapi di dalam penuh tulang belulang.”Matius 23:27

Mereka yang duduk angkuh di bangku empuk gereja, berbalut kain indah, namun hatinya busuk. Mereka meremehkan yang sederhana, padahal Yesus justru memihak kepada yang hina.

Baca Juga  Fokus Dulu Kerja, Live Nanti di Rumah

Aku sadar, di mata manusia aku rendah. Tapi di mata Yesus, aku pantas berdiri di hadapan-Nya. Sebab Dia sendiri berkata:

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”Matius 11:28

Aku datang bukan karena pakaianku layak, tapi karena Yesus yang melayakkan aku.

Dan kepada kalian yang mengukur kesucian dari pakaian, ingatlah: rumah Tuhan bukanlah panggung peragaan busana. Rumah Tuhan adalah tempat orang berdosa mencari anugerah. Jangan halangi langkah orang yang datang dengan hati tulus, hanya karena bajunya tidak semahal milikmu.

Yakobus menegur dengan tegas:

“Jika ada seorang kaya masuk dengan pakaian indah, dan juga seorang miskin dengan pakaian buruk rupa, lalu kamu menghormati yang kaya itu dan merendahkan yang miskin—bukankah kamu telah menjadi hakim dengan pikiran yang jahat?”Yakobus 2:1–4

Baca Juga  Hutan yang Pergi, Manusia yang Mencari

Aku hanya punya satu baju untuk datang ke gereja. Tapi Tuhan lebih senang melihat baju yang sama setiap Minggu, daripada hati yang setiap Minggu dipenuhi kesombongan.

Sebab yang Tuhan pandang bukanlah apa yang melekat di tubuh, melainkan apa yang bersujud di hati.

 

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Dari Lengkong Kita Belajar Arti Kemerdekaan
Ketika Aku Mempercayai Janji Tuhan untuk Hidupku
Stop Tawuran: Pelajar Diajak Ubah Emosi Jadi Prestasi Di Talk Show Inspiratif
Ada Apa Agus Flores Tiba-Tiba Datangi Polda Metro Jaya? Ternyata Ini Alasannya
Kesombongan Membutakan Mata, Kerendahan Hati Menyelamatkan Jiwa
Agus Flores Nobar FIFA 2026 Bersama Kapolda Jabar dan Jajaran Dukung Program Kapolri
Jurnalis dan Nurani Kebenaran: Saat Pena Menjadi Cahaya Peradaban
Senja yang Pergi, Bulan yang Menemani

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Dari Lengkong Kita Belajar Arti Kemerdekaan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Ketika Aku Mempercayai Janji Tuhan untuk Hidupku

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:35 WIB

Stop Tawuran: Pelajar Diajak Ubah Emosi Jadi Prestasi Di Talk Show Inspiratif

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:13 WIB

Ada Apa Agus Flores Tiba-Tiba Datangi Polda Metro Jaya? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:51 WIB

Kesombongan Membutakan Mata, Kerendahan Hati Menyelamatkan Jiwa

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page