Cerpen Rohani Kristen
Ayat Pendukung: Mazmur 23:6
“Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”
Hari itu senja turun perlahan, seolah menyelimuti desa kecil dengan keheningan yang lembut. Seorang pemuda duduk di beranda rumah, menatap jauh ke arah langit yang mulai berwarna jingga. Dalam hatinya bergemuruh pertanyaan: “Apakah hidupku benar-benar berarti di hadapan Tuhan?”
Ia teringat pada jalan hidupnya yang sering kali menyimpang. Ada banyak kesalahan, kegagalan, bahkan luka yang ditinggalkannya pada orang lain. Namun, di tengah rasa bersalah itu, ayat Mazmur 23:6 menggema dalam pikirannya: “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku seumur hidupku…”
Pemuda itu merenung. Jika kebajikan dan kemurahan Tuhan selalu mengikutinya, berarti ia tidak pernah benar-benar berjalan sendirian. Meski jatuh, ada tangan yang selalu terulur. Meski tersesat, ada terang yang menunjukkan jalan pulang.
Air matanya menetes. Ia sadar, kemurahan Tuhan bukan alasan untuk terus hidup sembarangan, melainkan teguran penuh kasih agar ia kembali kepada-Nya. Kebajikan Tuhan mengajarinya untuk hidup benar, sementara kemurahan-Nya memberi kesempatan untuk bangkit kembali.
Sejak malam itu, pemuda tersebut berjanji: hidupnya bukan lagi miliknya sendiri. Ia ingin meninggalkan jejak kasih, kebaikan, dan kesetiaan, supaya orang lain yang melihat hidupnya pun merasakan kasih Tuhan.
Dan ia tahu, betapa pun berat perjalanan, rumah terakhirnya tetaplah rumah Tuhan, tempat damai yang kekal sepanjang masa.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K



















