Jakarta — Suasana mencekam melanda kawasan permukiman padat penduduk pada Sabtu (30/8/2025) sore. Ratusan warga menggeruduk rumah milik Ahmad Sharoni, seorang tokoh yang belakangan menjadi sorotan masyarakat setempat. Aksi massa berujung pada penjarahan barang-barang berharga dari dalam rumah, mulai dari tas, perabotan, hingga barang elektronik.
Pantauan di lapangan, beberapa warga terlihat menutupi wajah dengan kaos dan masker saat membawa keluar barang dari rumah Sharoni. Sejumlah pemuda tampak bergegas kabur menggunakan sepeda motor sambil menenteng tas besar. Sementara itu, sebagian warga lainnya memadati gang kecil di depan rumah, membuat situasi semakin riuh.
Seorang saksi mata bernama Budi (32), warga sekitar, mengatakan bahwa kemarahan warga sudah dipicu sejak lama. “Sudah banyak masalah yang bikin warga geram. Puncaknya hari ini, rumahnya langsung digeruduk. Orang -orang tidak bisa menahan emosi,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian.
Kerumunan massa yang mencapai ratusan orang membuat arus lalu lintas di jalan utama sekitar lokasi sempat lumpuh. Terlihat pula sejumlah bendera dan spanduk yang dibawa massa, dengan teriakan lantang yang menyerukan agar Ahmad Sharoni dimintai pertanggungjawaban.
Situasi semakin memanas ketika sebagian warga mulai mendorong pagar rumah hingga roboh. Dalam hitungan menit, massa masuk dan melakukan penjarahan. Teriakan histeris dan suasana kacau terdengar hingga radius ratusan meter.
Polisi yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi dengan personel gabungan. Aparat berusaha membubarkan kerumunan dan mengamankan area rumah. Namun, karena jumlah massa yang besar, upaya awal petugas sempat mengalami kesulitan. Setelah ditambah dengan dukungan pasukan Brimob, situasi perlahan bisa dikendalikan meski masih terjadi gesekan antara massa dan aparat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, yang ditemui di lokasi, menyatakan pihaknya akan menindak tegas pelaku penjarahan. “Kami sudah mengamankan beberapa orang yang kedapatan membawa barang dari dalam rumah. Proses hukum akan berjalan. Kami imbau warga untuk tidak main hakim sendiri,” tegasnya.
Hingga malam hari, aparat masih berjaga ketat di sekitar lokasi untuk mengantisipasi aksi susulan. Polisi juga memasang garis pembatas di sekitar rumah Ahmad Sharoni yang kondisinya sudah rusak parah akibat dirusak dan dijarah massa.
Peristiwa ini menambah daftar panjang gesekan sosial yang belakangan marak terjadi di ibu kota. Presiden Joko Widodo melalui pernyataan resmi sebelumnya kembali mengingatkan masyarakat agar menjaga stabilitas keamanan dan tidak mudah terprovokasi. “Perbedaan pandangan jangan sampai membuat kita terpecah. Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama,” ujar Presiden dalam imbauannya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Ahmad Sharoni sendiri belum dapat dimintai keterangan.
Penulis : Dhanu



















