Di Balik Luka, Aku Dianggap Rendah

- Penulis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Hidup bukanlah tentang seberapa dalam kita terjatuh, melainkan tentang seberapa berani kita berdiri kembali. Aku masih mengingat hari-hari kelam ketika langkahku terasa begitu berat, seolah dunia menutup mata terhadapku, bahkan menertawakan kelemahanku. Tatapan merendahkan, kata-kata yang menusuk, dan sikap yang menyingkirkan membuatku merasa asing di tengah keramaian. Setiap luka yang kuterima menorehkan perih yang tak mudah pudar, seakan hidup hanya ingin menunjukkan betapa rapuhnya aku.

Namun, dari balik luka itu aku belajar: rasa sakit bukanlah tanda bahwa aku lemah, melainkan jejak bahwa aku pernah berjuang. Aku pernah berdiri di titik paling rendah, diremehkan, bahkan dianggap tak berharga. Tetapi justru dari sanalah lahir keberanian untuk bangkit, meski hanya dengan langkah kecil yang tertatih.

Baca Juga  Agus Flores Kembali Dapat Wejangan Dari Presiden ke-7 RI

Sering kali aku terjebak dalam ribuan rencana yang tak pernah kujalani, hanyut dalam angan-angan yang tak kunjung menjadi nyata. Tetapi ketika aku memilih untuk berani melangkah, walau satu langkah sederhana, aku menyadari betapa besar arti keberanian itu. Satu langkah kecil mampu mengubah arah perjalanan, membuka pintu harapan, dan membuktikan bahwa aku masih bisa berdiri.

Kini aku mengerti, kekuatan sejati bukanlah ketika kita berdiri gagah tanpa luka, melainkan ketika kita berani terus melangkah meski dengan hati yang penuh luka. Dari setiap jatuh dan bangkit, aku belajar bahwa hidup memang tak selalu indah, tetapi selalu memberikan arti. Luka-luka ini mungkin takkan pernah hilang, tetapi justru di sanalah terukir kisah bahwa aku pernah melawan, pernah bertahan, dan pernah hidup sepenuh hati.

Baca Juga  Seribu Kata Sayang di Balik Pena Jurnalis

Dan meski aku pernah dianggap rendah, hari ini aku berdiri dengan kepala tegak. Sebab dari semua kepedihan itu, aku menemukan jati diriku: aku bukan pecundang, aku adalah pejuang yang belajar bangkit dari reruntuhan dirinya sendiri.

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Ketika Aku Mempercayai Janji Tuhan untuk Hidupku
Stop Tawuran: Pelajar Diajak Ubah Emosi Jadi Prestasi Di Talk Show Inspiratif
Ada Apa Agus Flores Tiba-Tiba Datangi Polda Metro Jaya? Ternyata Ini Alasannya
Kesombongan Membutakan Mata, Kerendahan Hati Menyelamatkan Jiwa
Agus Flores Nobar FIFA 2026 Bersama Kapolda Jabar dan Jajaran Dukung Program Kapolri
Jurnalis dan Nurani Kebenaran: Saat Pena Menjadi Cahaya Peradaban
Senja yang Pergi, Bulan yang Menemani
Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Ketika Aku Mempercayai Janji Tuhan untuk Hidupku

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:35 WIB

Stop Tawuran: Pelajar Diajak Ubah Emosi Jadi Prestasi Di Talk Show Inspiratif

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:13 WIB

Ada Apa Agus Flores Tiba-Tiba Datangi Polda Metro Jaya? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:51 WIB

Kesombongan Membutakan Mata, Kerendahan Hati Menyelamatkan Jiwa

Senin, 20 Juli 2026 - 13:39 WIB

Agus Flores Nobar FIFA 2026 Bersama Kapolda Jabar dan Jajaran Dukung Program Kapolri

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page