Seribu Kata Sayang di Balik Pena Jurnalis

- Penulis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cerpen:

Pernahkah kamu membaca di media sosial, seorang jurnalis menulis kata “sayang” atau “cinta” berulang-ulang, seolah mengobarkan ribuan kali getar rasa?
Jangan buru-buru salah sangka.

Dalam dunia jurnalistik, setiap kata punya latar, sumber, dan tujuan. Tugas jurnalis bukan sekadar mengetik kalimat indah, tetapi mencari, memverifikasi, menggali, dan mengangkat informasi untuk publik. Kata “sayang” bisa saja terucap dari bibir narasumber, dan “cinta” mungkin bagian dari cerita yang ia liput. Bahkan, saat jurnalis mengucapkan kata itu kepada seorang kenalan di media sosial, berkunjung ke kotanya, atau mendatangi kantornya, hal itu bisa menjadi bagian dari penelusuran fakta dan penggalian informasi—bukan pernyataan hati.

Baca Juga  Kesombongan Membutakan Mata, Kerendahan Hati Menyelamatkan Jiwa

Jurnalis ibarat penyelam di samudra informasi. Ia turun ke kedalaman, menemukan mutiara cerita, lalu membawanya ke permukaan agar semua orang bisa melihat. Namun, sering kali ada yang keliru menilai: mengira mutiara itu adalah milik pribadi sang penyelam, padahal ia hanya perantara yang membawa kisah dari dasar laut ke hadapan pembaca.

Karena itu, pahamilah: di balik setiap berita ada proses panjang, di balik setiap kata ada konteks yang tak boleh dipisahkan. Bacalah dengan hati yang bijak, jangan menuduh sebelum mengerti. Profesi jurnalis berdiri di atas prinsip fakta, verifikasi, dan tanggung jawab publik—bukan pesan rahasia yang dikirim untuk satu hati.

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Hutan Menangis, Negeri Terdiam
Ketika Alam Mulai Menagih
Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran
Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami
Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan
Jaga Marwah dan Identitas Kabupaten Batu Bara Serukan Pelestarian Budaya Melalui Peringatan Hari Bertanjak Sedunia 2026
MBG Tanjung Tiram dipertanyakan: 67 Instansi, baru 23 Terlayani 44 Masih Menunggu
Prabowo Terapkan “Politik Othello”: Rangkul Lawan Jadi Sekutu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:35 WIB

Hutan Menangis, Negeri Terdiam

Jumat, 25 September 2026 - 11:33 WIB

Ketika Alam Mulai Menagih

Rabu, 23 September 2026 - 09:42 WIB

Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran

Sabtu, 19 September 2026 - 10:11 WIB

Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami

Rabu, 16 September 2026 - 14:00 WIB

Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page