Rendahkan Diri di Hadapan Tuhan: Pdt. Budi Rumayomi Sampaikan Pesan Pertobatan di GPdI Bethesda Fakfak

- Penulis

Minggu, 27 Juli 2025 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Fakfak — Ibadah Minggu pagi yang berlangsung pada Minggu, 27 Juli 2025, pukul 10.19 WIT di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Bethesda Fakfak, Jalan A. Yani, Kabupaten Fakfak, dipenuhi suasana hikmat dan kerinduan jemaat akan firman Tuhan.

Ibadah Minggu ini dipimpin langsung oleh Pdt. Budi Rumayomi, yang menyampaikan khotbah berdasarkan Kitab Yakobus 4:10,

“Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.”

Pesan Firman: Hidup Merendah dan Menolak Daya Tarik Dunia

Dalam penyampaian firman, Pdt. Budi mengingatkan jemaat untuk tidak menjadikan ibadah sebagai rutinitas belaka, tetapi sebagai kesempatan berharga untuk mengoreksi diri dan memperbarui hubungan dengan Tuhan.

Baca Juga  Bupati Batu Bara Sambut Hangat Kunjungan Kerja Danrem 022/Pantai Timur

“Ibadah bukan hanya kewajiban mingguan, tetapi momen kudus untuk mendekatkan hati kepada Tuhan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjauhkan diri dari hawa nafsu dan persahabatan dunia, yang menurutnya bisa menyesatkan umat dari rencana dan kehendak Allah.

Pdt. Budi menekankan bahwa sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup dalam kerendahan hati, kesederhanaan, dan ketaatan, bukan demi dilihat manusia, melainkan demi berkenan kepada Tuhan.

Hal ini sejalan dengan 1 Petrus 4:7:

“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.”

“Kalau kamu berdoa, masuklah ke dalam kamar dan tutuplah pintumu. Jangan bertele-tele seperti orang munafik, sebab Bapamu tahu apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya” (Matius 6:5–6).

Baca Juga  Ibadah Kenaikan Isa Halmasi di GPdI Bethesda Fakfak: "Misi Surga Telah Selesai, Yesus Terangkat ke Sorga"

Ibadah ditutup dengan doa syafaat dan puji-pujian. Jemaat tampak terbangun secara rohani dan terdorong untuk menghidupi firman dalam keseharian. Ibadah ini menjadi momen reflektif dan penguatan iman, bahwa dalam kerendahan hati dan penundukan diri, ada peninggian dan penyertaan Tuhan yang nyata.

 

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Penanganan Stunting di Murung Raya Difokuskan pada 15 Desa Prioritas
Bupati Batu Bara Tepung Tawari Jemaah Calon Haji 1447 H
Rudolf Womsiwor Kritik Program MBG, Tegaskan Anggaran Pendidikan 20 Persen Sesuai UUD 1945 Harus Tepat Sasaran
Lapas Labuhan Ruku Perketat Pengawasan, Kalapas Tegaskan Tidak Ada Narkoba, HP Ilegal, dan Pungli 
Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret Lemhannas di Akmil Magelang
DPRD Murung Raya Studi Banding ke Surabaya untuk Perkuat Rekomendasi 2025
Akademisi Nilai Studi Rekolonisasi di Area Operasional AMMAN Tunjukkan Tren Positif bagi Ekosistem Laut
Prabowo Perintahkan “Sikat Habis” Tambang di Kawasan Hutan, Oknum Pembeking Diultimatum: Tak Ada Ampun Tanpa Pandang Bulu

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 20:16 WIB

Penanganan Stunting di Murung Raya Difokuskan pada 15 Desa Prioritas

Senin, 20 April 2026 - 16:34 WIB

Bupati Batu Bara Tepung Tawari Jemaah Calon Haji 1447 H

Senin, 20 April 2026 - 12:46 WIB

Rudolf Womsiwor Kritik Program MBG, Tegaskan Anggaran Pendidikan 20 Persen Sesuai UUD 1945 Harus Tepat Sasaran

Senin, 20 April 2026 - 12:18 WIB

Lapas Labuhan Ruku Perketat Pengawasan, Kalapas Tegaskan Tidak Ada Narkoba, HP Ilegal, dan Pungli 

Minggu, 19 April 2026 - 21:23 WIB

Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret Lemhannas di Akmil Magelang

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page