Pernikahan Putri Bupati Batu Bara Erat dengan Adat Budaya di Zaman Modernisasi

- Penulis

Kamis, 19 Juni 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Medan — Masih dengan suasana bahagia atas pernikahan putri dari Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si, keluarga besar Bupati Batu Bara beserta rombongan menghadiri rangkaian adat pernikahan dengan pemberian gelar kepada kedua pengantin.

Kedua pengantin mendapat gelar yang bernama “Tongku Barani Hasayangan”.
Proses pemberian gelar raja kepada pengantin sangat sakral dan khidmat. Acara kegiatan ini dilaksanakan di kediaman keluarga besar pengantin pria di Jln. H.M. Joni Medan, Kamis (19/06/2025).

Suasana adat benar-benar terasa kuat, para tetua adat dari kedua belah pihak, termasuk dari Kabupaten Batu Bara ikut menguatkan makna acara.

Pemberian gelar ini dilakukan oleh para raja-raja adat yang memutuskan gelar yang akan disematkan kepada pengantin yaitu Raja Torbing Balok (Pangadilan Hasibuan), Raja Panusunan Bulung (Hamka Hasibuan), Suhut Fansuri Daulay dan kedua belah pihak keluarga pengantin.

Baca Juga  Bupati Batu Bara Tinjau Langsung Banjir di Gambus Laut dan Jembatan Patah

Dibalik pemberian gelar tersemat juga doa-doa dan nasihat-nasihat dari para raja dan kedua orang tua mempelai yang harapannya agar kedua mempelai selalu diberi keberkahan dan kebahagian selama 7 turunan dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

Dalam tarian penghormatan, pengantin mengenakan busana adat lengkap khas Tapanuli Selatan, gerakan tangan yang selaras dengan irama gondang dan merdunya suara seruling, ayunan kaki mengikuti pola tortor yang khas mewakili penghormatan dan keagungan adat Mandailing membawa warna keharmonisan, cinta dan kasih sayang.

Acara diakhiri dengan bersimpuhnya kedua pengantin meminta izin restu kepada kedua belah pihak orang tua pengantin beserta sanak saudara, disertai kegiatan upah-upah dengan menyediakan kepala kerbau sebagai simbol penghormatan dan juga pengharapan para orang tua kepada kedua pengantin, bahwa kekeluargaan sangat dijunjung tinggi daripada pangkat dan jabatan, tidak lupa juga kata-kata petuah dan nasihat mengiringi kegiatan upah-upah kepada kedua pengantin.

Baca Juga  Kepala Disdikbud Mura Tutup Kegiatan Pendampingan dan Peningkatan Sistem Pendidikan PAUD

Penulis : Tempotimur

Berita Terkait

Likon Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan dan Kawal Aspirasi
Polres Batu Bara Hadiri Konferensi Kerja Daerah PWI di Rumdis Bupati
Bupati Batu Bara Raih Achievement Person Award pada KI Sumut Award 2026
Dina Maulidah Pimpin Sidang Pleno Pembentukan DPC Perempuan Bangsa Kapuas
LASQI Murung Raya Raih Peringkat Ketiga Juara Umum FSQ XII Kalteng
Sekda Murung Raya Buka Pelatihan Koperasi Merah Putih dan Kewirausahaan Generasi Z
Apel Gabungan, Sekda Murung Raya Tekankan Disiplin dan Kebersihan Lingkungan Kerja
Jemaat GPdI Bethesda Fakfak Diingatkan untuk Setia Melayani Tuhan dan Tekun Berdoa

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:41 WIB

Likon Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan dan Kawal Aspirasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Polres Batu Bara Hadiri Konferensi Kerja Daerah PWI di Rumdis Bupati

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bupati Batu Bara Raih Achievement Person Award pada KI Sumut Award 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Dina Maulidah Pimpin Sidang Pleno Pembentukan DPC Perempuan Bangsa Kapuas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:09 WIB

LASQI Murung Raya Raih Peringkat Ketiga Juara Umum FSQ XII Kalteng

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page