Puasa Ramadan Bukan Sekadar Menahan Lapar, Tokoh Agama Fakfak Tekankan Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

- Penulis

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Fakfak — Tokoh agama sekaligus Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Fakfak, Haji Mustaqfirin, mengajak umat Islam menjadikan ibadah puasa di bulan Ramadan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas iman dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Haji Mustaqfirin saat ditemui Jurnalis TempoTimur.com di kediamannya di Jalan Cenderawasih, Kabupaten Fakfak, pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 08.28 WIT.

Menurutnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus disertai dengan kemampuan menjaga perilaku serta ucapan agar tetap sesuai dengan tuntunan agama.

“Puasa tidak ada artinya jika seseorang hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi masih membicarakan aib orang lain atau melakukan perbuatan yang tidak baik. Puasa harus mampu menahan seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama,” ujarnya.

Baca Juga  Negara Darurat Judi Online, Presiden Jokowi Bentuk Satgas

Ia menjelaskan, salah satu tujuan utama puasa adalah menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial terhadap sesama, terutama kepada mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Menurutnya, seseorang yang beriman tidak seharusnya merasa cukup ketika dirinya kenyang, sementara orang lain di sekitarnya masih mengalami kelaparan.

“Ketika kita merasakan lapar dan dahaga saat berpuasa, di situlah muncul rasa empati kepada orang lain. Apa yang kita miliki seharusnya disisihkan untuk membantu mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Haji Mustaqfirin juga menerangkan bahwa para ulama memaknai Ramadan sebagai momentum untuk menghancurkan sifat-sifat buruk dan perilaku menyimpang, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.

Selama satu bulan penuh, umat Islam diharapkan mampu menjaga perkataan dan perbuatan dari hal-hal yang berdosa, sehingga setelah Ramadan berakhir manusia kembali dalam keadaan suci, seperti bayi yang baru dilahirkan.

Baca Juga  Polri Berduka, Ditunjuk Kapolda Dan Wakapolda Jadi Inspektur Keberangkatan dan Pemakam

Ia menambahkan bahwa kewajiban berpuasa tidak hanya diperintahkan kepada Nabi Muhammad SAW dan umat Islam, tetapi juga telah diwajibkan kepada nabi-nabi sebelumnya, meskipun tata cara pelaksanaannya berbeda.

“Tujuannya sama, yaitu membentuk manusia yang bertakwa kepada Tuhan,” katanya.

Selain membahas makna puasa, Haji Mustaqfirin juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap peredaran minuman keras (miras) yang dinilai menjadi salah satu pemicu berbagai tindak kejahatan di masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengevaluasi dan memperkuat penerapan Peraturan Daerah (Perda) tentang minuman beralkohol agar dapat menekan potensi terjadinya tindak kriminal.

“Miras sering menjadi sumber munculnya berbagai kejahatan, karena ketika seseorang mengonsumsinya, kesadaran bisa menurun dan berpotensi melakukan tindakan yang melanggar hukum,” ungkapnya.

Baca Juga  Natal 2025, 67 Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Terima Remisi

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua dan guru, untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda agar menjaga sikap saling menghormati, terutama selama bulan Ramadan.

Selain itu, ia berharap aparat kepolisian bersama masyarakat dapat meningkatkan patroli dan pengawasan di lokasi-lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda, guna mencegah aktivitas negatif seperti balap liar maupun gangguan ketertiban lainnya.

“Jika semua pihak bekerja sama menjaga ketertiban dan menghormati nilai-nilai agama, maka suasana Ramadan dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh makna,” pungkasnya.

 

Penulis : Amatus Rahakbauw, K

Berita Terkait

Bupati Baharuddin Siagian Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pelayanan Hukum di Batu Bara
LKPI Serahkan Surat Dukungan Pansus Plasma HGU ke DPRD Batu Bara  
Sentil Kasus Silmy Karim, Menteri Agus Andrianto Ingatkan Jajaran: Yang Masih Belum Sadar, Bangun Dari Tidur! 
Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN dan Dua Mantan Wakilnya sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Program MBG
Sembilan Menjadi Satu: Marwah Melayu Batu Bara Ditegakkan di Bibir Pantai Timur Sumatera
Papua Barat Resmi Mulai Persiapan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026
Presiden Prabowo Tiba di Paris untuk Kunjungan Kenegaraan, Perkuat Hubungan Strategis Indonesia–Prancis
Hubungan Batu Bara-Malaysia: Lebih Dari Kerja Sama, Ini Ikatan Persaudaraan Serumpun

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:41 WIB

Bupati Baharuddin Siagian Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pelayanan Hukum di Batu Bara

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:26 WIB

LKPI Serahkan Surat Dukungan Pansus Plasma HGU ke DPRD Batu Bara  

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:54 WIB

Sentil Kasus Silmy Karim, Menteri Agus Andrianto Ingatkan Jajaran: Yang Masih Belum Sadar, Bangun Dari Tidur! 

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:40 WIB

Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN dan Dua Mantan Wakilnya sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Program MBG

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:50 WIB

Sembilan Menjadi Satu: Marwah Melayu Batu Bara Ditegakkan di Bibir Pantai Timur Sumatera

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page