Kadisdik Papua Barat: Pengelolaan SMA-SMK Diusulkan Kembali ke Provinsi, Masih Tunggu Proses Regulasi

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Manokwari — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa rencana pengembalian kewenangan pengelolaan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) ke pemerintah provinsi telah dibahas oleh para gubernur se-Tanah Papua. Namun, kebijakan tersebut masih menunggu proses lanjutan dan penyesuaian regulasi dari pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Barnabas saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat malam (16/1/2026) sekitar pukul 21.44 WIT.

Menurut Barnabas, dalam pertemuan para gubernur se-Tanah Papua yang berlangsung di Nabire pada pertengahan tahun lalu, para bupati se-Tanah Papua pada prinsipnya telah menyetujui agar pengelolaan SMA/SMK dikembalikan ke pemerintah provinsi.

“Dalam pertemuan para gubernur se-Tanah Papua di Nabire, para bupati sudah menyepakati bahwa pengelolaan SMA harus dikembalikan ke provinsi,” ujarnya.

Baca Juga  Jelang Pergantian Tahun, Kadisdik Papua Barat Imbau Pelajar Isi Waktu dengan Kegiatan Positif

Ia menjelaskan, pada akhir tahun lalu, para gubernur se-Tanah Papua kembali bertemu dengan Presiden Republik Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Persatuan Gubernur se-Tanah Papua, yang disampaikan oleh Gubernur Papua Pegunungan, kembali mengusulkan kebijakan itu dan telah dimasukkan dalam sembilan poin kesepakatan, tepatnya pada poin ke-9.

“Sekarang tinggal bagaimana ke depan prosesnya, agar pengelolaan pendidikan menengah ini bisa kembali sama seperti daerah lain di Indonesia,” katanya.

Barnabas menegaskan, persoalan paling krusial saat ini adalah besarnya beban biaya yang harus ditanggung oleh pemerintah kabupaten dalam pengelolaan pendidikan menengah.

“Untuk daerah yang sudah maju seperti Teluk Bintuni mungkin tidak terlalu terasa. Tetapi bagi kabupaten lain seperti Manokwari, Fakfak, Kaimana, dan terutama Pegunungan Arfak, beban ini sangat terasa,” jelasnya.

Baca Juga  Kadis Pendidikan Papua Barat Ajak Seluruh Unsur Sekolah Tingkatkan Etos Kerja dan Kebersamaan

Ia juga mengungkapkan telah menerima pengaduan langsung dari masyarakat Pegunungan Arfak terkait keterbatasan anggaran pendidikan.

“Saya sudah mendapat pengaduan dari masyarakat bahwa sampai saat ini pembangunan SMA dan SMK di Pegunungan Arfak tidak memiliki anggaran. Tidak ada anggaran untuk membangun,” ungkap Barnabas.

Karena itu, ia berharap ke depan regulasi terkait kewenangan pengelolaan pendidikan menengah dapat segera diubah agar tidak menjadi beban bagi daerah dan justru mampu mendorong kemajuan pendidikan di Papua Barat.
“Kalau ini tidak segera diubah, kita bukan maju, tetapi justru akan mundur,” tutupnya.

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Kadis Pendidikan Papua Barat: Sekolah Jangan Pasif, Wajib Dukung Pesparawi
Implementasi Program Satu Sekolah Satu Produk di NTT dorong Kewirausahaan Siswa
UNCRI Wisuda 173 Lulusan, Targetkan Akreditasi Unggul pada 2028
Di Balik Panggung Wisuda, Pesan Keras Wakapolda Papua Barat tentang Masa Depan Alam dan Masyarakat Adat
Bupati Batu Bara Resmikan Rumah Tahfiz Al-Mahalli Center Perkuat Pembinaan Generasi Qur’ani
Kadis Pendidikan Papua Barat Minta Sekolah Manfaatkan Waktu Usai Libur Panjang untuk Tuntaskan Materi
50 Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Caritas Indonesia Ikuti Yudisium Tahun Akademik 2025/2026
Universitas Caritas Indonesia Yudisium 50 Lulusan Hukum Angkatan Pertama di Manokwari

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 10:38 WIB

Kadis Pendidikan Papua Barat: Sekolah Jangan Pasif, Wajib Dukung Pesparawi

Kamis, 16 April 2026 - 20:43 WIB

Implementasi Program Satu Sekolah Satu Produk di NTT dorong Kewirausahaan Siswa

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:59 WIB

UNCRI Wisuda 173 Lulusan, Targetkan Akreditasi Unggul pada 2028

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:48 WIB

Di Balik Panggung Wisuda, Pesan Keras Wakapolda Papua Barat tentang Masa Depan Alam dan Masyarakat Adat

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:49 WIB

Bupati Batu Bara Resmikan Rumah Tahfiz Al-Mahalli Center Perkuat Pembinaan Generasi Qur’ani

Berita Terbaru

Opini

Pasar Remu Punya Cerita: Bersama “Bakit Air Surga”

Minggu, 26 Apr 2026 - 16:39 WIB

You cannot copy content of this page