Kolaborasi Inalum dan PJT 1 untuk Konservasi Air, Hutan dan Masa Depan Danau Toba

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

Toba — PT Indonesia Asahan Aluminium, telah menjalankan program strategis dalam hal konservasi alam di Kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba dengan yang terletak di 7 Kab/Kota di Sumatera Utara.

Berkolaborasi dengan Perum Jasa Tirta 1 (PJT-1), kinerja ini menegaskan komitmen INALUM dalam mendukung kelestarian Daerah Tangkapan Air Danau Toba sebagai langkah meningkatkan kebermanfaatan perusahaan kepada masyarakat dan Indonesia.

Program yang dilakukan antara lain pembangunan biopori, sumur resapan dan injeksi, pembibitan, penanaman pohon, hingga penguatan kapasitas masyarakat.

Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan INALUM Sunarno A. Rakino menyebut bahwa kinerja ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya air dan hutan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Ia menyebut bahwa pelestarian Danau Toba hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan.

“Bagi INALUM, Danau Toba bukan hanya bentang alam, tetapi sumber kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang. Melalui program konservasi, kami berupaya hadir dengan aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan. Kami percaya, ketika kolaborasi ini berjalan beriringan, upaya menjaga Danau Toba tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi komitmen bersama untuk masa depan Sumatera Utara dan Indonesia,” ujar Sunarno.

Baca Juga  Indonesia Perkenalkan Danau Toba Lewat Event Internasional

Sepanjang 2025, INALUM dan mitra telah merealisasikan berbagai kegiatan strategis konservasi yang tersebar di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo.

Upaya tersebut dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan ekosistem Danau Toba sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Adapun beberapa program yang dilakukan antara lain:

Konservasi Air dan Resapan
Upaya konservasi air dilakukan melalui pembangunan 10.000 lubang biopori yang tersebar terutama di Kabupaten Simalungun dan Samosir. Selain itu, pembangunan 500 unit sumur resapan di wilayah Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara menjadi bagian dari langkah strategis meningkatkan daya serap air tanah dan mengurangi limpasan permukaan. INALUM juga menginisiasi pembangunan 15 unit sumur injeksi yang tersebar di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Karo sebagai solusi inovatif untuk menjaga ketersediaan air tanah di kawasan hulu.

Baca Juga  Peringati Hari Pahlawan, Bupati Zahir Ajak Perangi Kemiskinan

Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Di bidang edukasi lingkungan, program Sekolah Peduli Lingkungan menjangkau 15 sekolah di kawasan Danau Toba, meliputi Toba, Humbang Hasundutan, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo. Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini.

Untuk mendukung keberlanjutan rehabilitasi lahan, INALUM turut membangun Kebun 3 unit Bibit Rakyat (KBR) berkapasitas 50.000 bibit per tahun, dan Pembibitan Modern Paritohan berkapasitas 500.000 bibit per tahun. Fasilitas ini diharapkan menjadi tulang punggung penyediaan bibit bagi program penghijauan jangka panjang di kawasan Danau Toba.

Pencegahan Kebakaran Hutan & Lahan dan Penguatan Kelembagaan Masyarakat Sebagai bagian dari mitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan berbasis komunitas, INALUM melaksanakan sosialisasi pencegahan karhutla di DTA Danau Toba melalui pembentukan dan pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak 18 MPA di beberapa kabupaten, yaitu: Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi, Karo dan Samosir hingga tahun 2025.

Rehabilitasi Lingkungan
Program penanaman pohon menjadi salah satu pilar utama dengan total 1.050 pohon yang ditanam oleh INALUM dan mitra di berbagai lokasi prioritas di kawasan Danau Toba. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat tutupan vegetasi, mencegah erosi, dan menjaga kualitas air danau.

Baca Juga  Dinas Perkim LH Batubara Bekukan Izin Berusaha PT. Buana Sawit Indah

Penanaman dilakukan di area seluas lebih dari 1.400 hektar di berbagai kabupaten di sekitar Danau Toba. Jenis tanaman yang ditanam dipilih berdasarkan fungsi ekologis dan karakteristik lahan, seperti untuk menahan erosi, meningkatkan daya serap air, serta memperluas tutupan hijau di wilayah tangkapan air Danau Toba.

Program penanaman pohon ini juga merupakan langkah inisiatif INALUM dalam melaksanakan mitigasi terjadinya bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara.

Program konservasi INALUM menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan INALUM dalam menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba sebagai sumber kehidupan, ruang budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Melalui pendekatan konservasi yang kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan, INALUM memastikan upaya pelestarian tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi memberikan dampak nyata dan berkelanjutan dalam mendukung keberlanjutan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Sumatera Utara dan Indonesia.

Penulis : Ham

Berita Terkait

BPBD Batu Bara: 3 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Terdampak
GANESPA mendesak Gubernur Banten segera menertibkan warung liar di bantaran Setu Ciledug, Pamulang
INALUM Perkuat Pelestarian Pesisir, Tanam 15.000 Bibit Mangrove Demi Masa Depan Berkelanjutan
Pemprov Papua Barat dan Conch Group Bahas Penguatan Investasi Hijau dalam Kunjungan Strategis ke Tiongkok
Reklamasi Tambang, Koperasi Ngudi Lestari dan PT SKS Menanam 1000 Pohon
Waspada! Hujan Deras Petir Angin Kencang Serang Sumut, BMKG Peringatkan 10 Kabupaten
Jalan Sukarela Rusak, Warga Serua Indah Menjerit!
DLH Papua Barat Tekankan Integrasi Lingkungan dalam RTRW Pegunungan Arfak

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:27 WIB

BPBD Batu Bara: 3 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Terdampak

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:21 WIB

GANESPA mendesak Gubernur Banten segera menertibkan warung liar di bantaran Setu Ciledug, Pamulang

Senin, 27 Juli 2026 - 10:21 WIB

INALUM Perkuat Pelestarian Pesisir, Tanam 15.000 Bibit Mangrove Demi Masa Depan Berkelanjutan

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:55 WIB

Pemprov Papua Barat dan Conch Group Bahas Penguatan Investasi Hijau dalam Kunjungan Strategis ke Tiongkok

Selasa, 28 April 2026 - 21:36 WIB

Reklamasi Tambang, Koperasi Ngudi Lestari dan PT SKS Menanam 1000 Pohon

Berita Terbaru

DPRD Murung Raya

Rumiadi: Selter Sekda Murung Raya Harus Hasilkan Figur Terbaik

Rabu, 2 Sep 2026 - 01:15 WIB

You cannot copy content of this page