Tangerang Selatan — TempoTimur.com
Kota yang sepertinya lebih dikenal karena “aroma khasnya” ketimbang kemajuan infrastrukturnya.
Tumpukan sampah di Ciputat, tepat di depan Masjid Agung, Kolong Fly Over dan sepanjang trotoar jalan raya utama menjadi “pemandangan” istimewa atau sebagai dekorasi menyambut siapa saja yang lewat atau berkunjung ke Tangerang Selatan.
Pemandangan seperti ini sudah lama ada, Pertanyaannya, apakah ini bagian dari upaya meningkatkan pariwisata?
Sampah rumah tangga yang dibiarkan berhari-hari, bercampur dengan sayuran busuk dan kotak sayuran yang tergeletak seenaknya.
Apakah ini tanda pemerintah setempat sangat sibuk dengan hal-hal besar hingga lupa yang kecil-kecil, Atau mungkin ini cara inovatif untuk menciptakan branding kota Tangerang Selatan yang diinginkan.
Udara yang kurang bersahabat, dan risiko kesehatan yang mengintai warga setiap harinya sudah menjadi hal wajar di kota ini.
Semoga ini bukan “brand” permanen Kota Tangerang Selatan, Saatnya pemkot Tangsel bergerak lebih cepat, sebelum aroma dan pemandangan ini jadi identitas kota.
Penulis : Dhanu




















