Nabire — TempoTimur.com
Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire menegaskan komitmennya dalam memberantas korupsi melalui pemaparan capaian kinerja pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025, Selasa, 9 Desember 2025. Dengan mengusung tema nasional “Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat”, Kejari Nabire menunjukkan berbagai prestasi penegakan hukum yang dinilai memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Kepala Kejaksaan Negeri Nabire, Dr. Jusak Elkana Ayomi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa seluruh capaian pada tahun 2025 merupakan bukti nyata kesungguhan aparat Kejari dalam bekerja profesional dan berintegritas.
“Korupsi adalah kejahatan yang merugikan rakyat secara langsung. Setiap rupiah yang kami selamatkan adalah hak masyarakat untuk hidup lebih layak,” ujar Kajari.
Ia menegaskan bahwa Kejari Nabire akan terus meningkatkan layanan hukum, memperkuat integritas, dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung efektivitas penegakan hukum.
Kepala Seksi Intelijen, Pirly Momongan, S.H., melaporkan beberapa capaian penting:
Pencarian DPO: 2 target—seluruhnya berhasil ditangkap.
Pengamanan dan penggalangan informasi: 8 kegiatan—sesuai target.
Penerangan Hukum: 6 kegiatan—melebihi target 4.
Program Jaksa Masuk Sekolah: 4 sekolah—sesuai target.
Program Jaksa Menyapa: 9 kegiatan—melampaui target 4.
Pengawasan aliran kepercayaan: 3 kegiatan dari target 4.
Kampanye Anti Korupsi: 2 kegiatan.
Posko Bandara dan Pelabuhan: 18 posko, melampaui target 12.
Program-program ini dinilai berperan besar dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
BIDANG PIDSUS: Penyidikan dan Penuntutan Menunjukkan Momentum Positif
Kasi Pidsus, Chrispo Mual Natio Simanjuntak, S.H., memaparkan:
5 perkara ditangani.
2 perkara naik ke penyidikan:
Dugaan korupsi perjalanan dinas Sekretariat DPRD Nabire TA 2023.
Dugaan penyalahgunaan dana dan aset RSUD Nabire tahun 2023–2025
2 perkara berjalan:
Perjalanan dinas DPRD Nabire TA 2023 – telah naik ke penuntutan.
Penyalahgunaan pendapatan BLUD RSUD Nabire 2024–Mei 2025 – pemeriksaan saksi.
5 perkara dalam tahap penuntutan:
4 perkara KMK-Konstruksi Bank Papua Cabang Enarotali (nilai Rp188 miliar).
1 perkara perjalanan dinas—2 terdakwa.
2 perkara telah dieksekusi.
2 perkara kasasi/banding.
1 perkara masih persidangan.
4 terpidana telah dieksekusi, antara lain:
Hj. Herni Damayanti – kasus perpajakan (10 bulan).
H. Muh Nasri – korupsi bendung dan irigasi (8 tahun).
Yosep Paul Fonataba – 3 tahun.
Budi Haryono – 8 tahun.
Rp1.634.203.440 berhasil dipulihkan.
Sita eksekusi sebidang tanah dan bangunan 172 m² di Jakarta Timur milik terpidana.
BIDANG PIDUM: Cetak Rekor Penanganan Perkara
Kasi Pidum, Eko Nuryanto, S.H., M.H., melaporkan:
SPDP masuk: 187 laporan.
Tahap I: 110 perkara.
Tahap II: 109 perkara.
Dilimpahkan ke pengadilan: 119 perkara.
Putusan hakim: 85 perkara.
Telah dieksekusi: 84 perkara.
Upaya hukum: 23 kasasi, 1 banding.
Restorative Justice
3 perkara telah diselesaikan melalui RJ.
1 perkara masih ekspose.
RJ dinilai mengurangi beban pengadilan serta memberi solusi damai bagi para pihak.
BIDANG DATUN: Layani Masyarakat dan Kawal Dana Desa
Kasi Datun, Yang Melva Rian, S.H., melaporkan:
MOU: 8 (melampaui target 6).
SKK Non-Litigasi: 12 perkara (melampaui target 6).
Pelayanan hukum: 18 klien (target 12).
Halo JPN: 12 interaksi.
Datun juga memberikan pendampingan hukum dalam pengelolaan dana desa dan kampung untuk meningkatkan akuntabilitas pembangunan.
BIDANG PEMULIHAN ASET: Lelang dan Penjualan Barang Rampasan
Kasi Pemulihan Aset, Ema Kristina Dogomo, S.H., memaparkan:
Lelang 11 November 2025
Barang rampasan terpidana korupsi Reonaldo Laurentzo Liklikwatil:
1 unit excavator Hyundai
3 unit Dump Truck Toyota Dyna
Total hasil: Rp515.495.000
Penjualan 8 Desember 2025
5 motor berbagai tipe
HP berbagai merek
Kayu olahan Merbau
Beras barang rampasan
Total penjualan: Rp82.0 jutaan
PNBP
Rp452.550.000 disetor ke kas negara dari lelang 4 unit Genset MTU (kasus PLN Rayon Nabire).
Komitmen Kejari Nabire ke Depan
Kajari menegaskan Kejari Nabire akan: meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan berkelanjutan, memperkuat kerja sama antar lembaga, memanfaatkan inovasi dan teknologi hukum, menjaga integritas sebagai fondasi utama penegakan hukum.
Kejaksaan Negeri Nabire adalah institusi penegak hukum yang menjalankan fungsi penyelidikan, penyidikan, penuntutan, eksekusi putusan pidana, serta pelayanan hukum kepada masyarakat dengan nilai-nilai profesionalisme, integritas, dan keadilan.
Penulis : Amatus Rahakbauw






















