TELUK WONDAMA — Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Teluk Wondama, Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., bersama Wakil Gubernur Mohamad Lakotani, S.H., M.Si., menghadiri kegiatan ramah tamah bersama pemerintah daerah dan masyarakat di Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati Teluk Wondama, pada Jumat (24/10/2025).
Turut hadir mendampingi, Sekretaris Daerah Papua Barat serta para Asisten I, II, dan III, bersama sejumlah pejabat tinggi Pemerintah Provinsi Papua Barat. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda resmi menjelang peringatan satu abad nubuatan Pendeta Domine Izaak Samuel Kijne, yang akan dipusatkan di Lapangan Aitumeri keesokan harinya.
Suasana ramah tamah berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Dari jendela Gedung Sasana Karya, hamparan laut biru Teluk Cenderawasih tampak berkilau diterpa sinar matahari sore, sementara di kejauhan barisan pegunungan Wondiboi berdiri gagah membingkai langit Wasior. Udara terasa sejuk dengan hembusan angin lembut yang membawa aroma laut dan pepohonan tropis di pesisir.
Dalam sambutannya, Bupati Teluk Wondama Elysa Auri, S.E., M.M., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah provinsi terhadap pembangunan di Teluk Wondama.
“Bagi kami masyarakat Wondama, kehadiran bapak Gubernur dan Wakil Gubernur bukan hanya kehormatan, tetapi juga semangat baru untuk terus membangun daerah ini dengan hati yang tulus dan iman yang kuat,” ujar Bupati Elysa Auri disambut tepuk tangan meriah.
Sementara itu, Gubernur Dominggus Mandacan dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga bisa kembali menyapa masyarakat Teluk Wondama. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, dan nilai spiritual yang diwariskan oleh Pdt. I.S. Kijne.
“Teluk Wondama bukan hanya indah karena laut dan gunungnya, tetapi juga karena hati masyarakatnya yang penuh kasih. Mari kita jaga kebersamaan dan terus berkarya untuk kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan rakyat Papua Barat,” tutur Gubernur Dominggus Mandacan dengan suara penuh haru.
Acara ramah tamah diisi dengan tarian dan lagu daerah khas Wondama, serta penyerahan cenderamata dari Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat. Kemeriahan terasa hingga malam hari, diiringi cahaya lampu-lampu taman yang berkilau di halaman kantor bupati, berpadu dengan suara debur ombak lembut dari Teluk Cenderawasih.
Sebagai penutup, seluruh hadirin mengikuti doa bersama dan jamuan makan malam sederhana yang menyajikan cita rasa khas pesisir — ikan bakar segar, papeda, kuah kuning, serta sambal rica Wondama. Suasana hangat dan bersahaja itu menjadi simbol kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya di tanah yang diberkati alam dan iman.
Penulis : Amatus Rahakbauw




















