Hati yang Mengajar, Warisan untuk Anak Papua

- Penulis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Sore itu, lewat sebuah pesan singkat di WhatsApp, suara hati seorang pendidik mengetuk ruang sunyi. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, M.Pd., menuliskan kalimat-kalimat yang sederhana, namun bergetar oleh kasih. Bukan sekadar imbauan, melainkan jeritan jiwa seorang guru yang telah mengabdikan hidupnya bagi anak-anak Papua sejak muda hingga kini.

Barnabas, putra Papua yang menimba ilmu di SMA Immanuel Kalasan Yogyakarta hingga Universitas Negeri Yogyakarta, mengenang perjalanan panjangnya. Dari bangku SMA tahun 1989, lalu S1 pada 1993, hingga menyelesaikan S2 di 2003, semua ditempuh dengan tekad yang lahir dari hati—hati yang rela berkorban demi sebuah panggilan: mendidik generasi.

“Saya berterima kasih mendapat kesempatan ini. Saya ingin mengajak semua bapak ibu guru di Papua Barat agar tetap melaksanakan tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada kita melalui pemerintah. Sebab pemerintah adalah wakil Allah di dunia ini,” tulisnya lirih, seakan menyerahkan pesan itu pada angin sore yang lembut.

Baca Juga  Belajar Bijak, Jangan Terjebak dalam Keangkuhan

Baginya, pendidikan tidak hanya bicara soal buku, angka, atau logika. Pendidikan sejati lahir dari hati yang tulus. “Kalau hati yang berbicara, kalau hati yang bergerak, pendidikan di Papua Barat pasti akan lebih cepat maju,” ungkapnya penuh harap.

Kenangan masa awal tugasnya di Teluk Bintuni kembali datang, bagaikan bayangan yang tak pernah pudar. Jalanan penuh lumpur, perahu kecil menyeberangi ombak, fasilitas terbatas—semuanya menjadi sahabat setia. Namun, tak ada keluh. “Tidak ada masalah, karena semuanya dilakukan dengan hati. Sejak CPNS hingga PNS, kita sudah berjanji siap ditempatkan di mana saja. Janji itu jangan kita ingkari,” ucapnya, seolah sedang menepuk bahu para guru muda yang mungkin goyah dalam langkah.

Baca Juga  Ketua Perisai Limapuluh Pesisir Nilai Polres Batu Bara Pantas Diapresiasi

Ia tahu, pemekaran wilayah memberi perhatian baru bagi pendidikan Papua Barat. Maka ia mengajak semua guru—di Fakfak, Kaimana, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, hingga Manokwari—untuk tetap setia dengan hati. “Merekalah yang akan menggantikan kita di masa depan,” katanya lirih, matanya seakan membayangkan wajah-wajah kecil yang suatu hari akan berdiri sebagai pemimpin.

Dalam pesannya, Barnabas mengingatkan: guru bukan hanya pengajar. Mereka adalah penjaga adat, budaya, dan harapan. “Guru-guru adalah orang yang mendidik anak cucu kita. Mereka harus dijaga, diperhatikan, dan diberi kenyamanan agar bisa melaksanakan tugas dengan baik,” pesannya, serupa doa seorang ayah bagi anak-anaknya.

Kisah Barnabas adalah cermin sederhana, namun penuh air mata pengorbanan. Ia tidak mewariskan harta, tidak pula kemewahan. Ia hanya meninggalkan satu warisan yang tak lekang waktu: pendidikan yang digerakkan oleh hati.

Baca Juga  Gereja Tanpa Struktur Jelas? Jangan Heran Pelayanannya Kacau

Dan kepada generasi muda Papua hari ini, ia menitipkan pesan yang menusuk relung jiwa:

Jika engkau belajar dengan hati, engkau akan menjadi cahaya. Jika engkau mengajar dengan hati, engkau akan meninggalkan warisan yang abadi.

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Masa Depan Terlalu Mahal untuk Ditukar dengan Pergaulan Salah
Ziarah Makam Putri Compo–Brawijaya V, Roro Mariam: Jika Cucu Brawijaya V Datang, Kami Harus Menyiapkan Bunga
Buang Keangkuhan, Rawat Kerendahan Hati: Wartawan Bukan untuk Menjatuhkan Sesama
Agus Flores Curhat di Besuki: Mengenang Sang Ayah, Dari Sejarah Keluarga Hingga Perjalanan Polri
Pelayanan Bukan Soal Jabatan, Tapi Tanggung Jawab Hamba Tuhan
Hutan Menangis, Negeri Terdiam
Ketika Alam Mulai Menagih
Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 20:37 WIB

Masa Depan Terlalu Mahal untuk Ditukar dengan Pergaulan Salah

Minggu, 1 November 2026 - 11:31 WIB

Ziarah Makam Putri Compo–Brawijaya V, Roro Mariam: Jika Cucu Brawijaya V Datang, Kami Harus Menyiapkan Bunga

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Buang Keangkuhan, Rawat Kerendahan Hati: Wartawan Bukan untuk Menjatuhkan Sesama

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Agus Flores Curhat di Besuki: Mengenang Sang Ayah, Dari Sejarah Keluarga Hingga Perjalanan Polri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Pelayanan Bukan Soal Jabatan, Tapi Tanggung Jawab Hamba Tuhan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page