Bupati Pegunungan Bintang Studi ke Papua Barat: Siapkan Regulasi Pembangunan Berkelanjutan dan Perlindungan Adat

- Penulis

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Manokwari — Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST., M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat bersama rombongan. Kunjungan ini bertujuan untuk belajar, mengadopsi, dan berkolaborasi terkait model pembangunan berkelanjutan yang telah dikembangkan di Papua Barat, serta menyusun regulasi yang sesuai untuk diterapkan di daerahnya.

“Kami datang ke sini untuk belajar langsung bagaimana Papua Barat membangun dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Provinsi ini sudah bekerja sama dengan berbagai mitra dan memiliki regulasi lengkap terkait pembangunan berkelanjutan. Ini yang ingin kami pelajari dan adopsi,” kata Bupati saat ditemui awak media, Minggu siang (27/7/2025) WIT.

Bupati menjelaskan bahwa wilayah Pegunungan Bintang merupakan daerah dataran tinggi yang memiliki potensi ekologis strategis sebagai penyangga utama sumber-sumber air dan sungai besar di Tanah Papua. Oleh karena itu, pembangunan di wilayah tersebut harus dilakukan dengan hati-hati dan berbasis aturan yang kuat.

Baca Juga  Pulang Retret, Bupati Bahar Tegaskan akan Sukseskan Program Asta Cita Presiden RI

“Apa yang terjadi di atas akan berdampak ke bawah. Karena itu, sejak sekarang kami ingin menyiapkan regulasi dan kebijakan daerah yang berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat adat,” jelasnya.

Bupati juga menegaskan pentingnya pengakuan terhadap satuan masyarakat adat di Pegunungan Bintang, yang disebut “Apio”, sebagai bagian dari peradaban lokal yang harus dihormati dan dilibatkan dalam proses pembangunan.

“Kalau di tempat lain mungkin disebut kerajaan atau komunitas adat. Kalau di kami itu ‘Apio’, pusat kehidupan masyarakat. Kami sudah membawa antropolog dari UNCEN dan perguruan tinggi lokal untuk menyusun dasar ilmiah perlindungan masyarakat adat ini,” terangnya.

Rombongan juga melibatkan ahli antropologi, demografi, dan perwakilan dari WWF. Ke depan, kerja sama dengan UNIPA dan mitra akademik lainnya akan dibangun untuk mendukung penyusunan regulasi perlindungan lingkungan dan masyarakat adat.

Baca Juga  Kadis Pendidikan Papua Barat: Seleksi Calon Kepala Sekolah Dilakukan Secara Online dan Berbasis Kompetensi

“Kami ingin kolaborasi ini benar-benar melahirkan regulasi yang operasional, yang bukan hanya indah di atas kertas, tapi bisa dijalankan dengan baik di lapangan,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah daerahnya sudah memiliki Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang akan mendukung tindak lanjut teknis kerja sama ini. Ia berharap berbagai mitra, baik dari dalam maupun luar negeri seperti WWF dan UNDP, bisa terlibat langsung dalam proses ini.

“Kami ingin pembangunan berjalan, tapi tidak boleh mengorbankan hutan, keanekaragaman hayati, dan kehidupan satwa. Konsesi tambang misalnya, bisa menghancurkan semua itu jika tidak dikendalikan dari awal. Maka sejak dini, kita harus proteksi,” tegasnya.

Selain fokus pada regulasi lingkungan, Bupati Spei juga menegaskan bahwa pendidikan adalah prioritas utama di Pegunungan Bintang. Ia telah mendirikan universitas lokal di pedalaman, yang telah berjalan selama 4 tahun, dan kini sedang menyiapkan tenaga pengajar serta tenaga kesehatan.

Baca Juga  Bupati Batu Bara Hadiri Penyampaian Materi Manasik Haji Jamaah Reguler Tahun 2025

“Kami sudah kirim 200 anak muda – 100 guru dan 100 perawat – yang kini mulai menyelesaikan studi mereka. Harapannya, mereka kembali dan memperkuat fondasi pendidikan serta layanan dasar di kampung-kampung,” jelasnya.

Bupati berharap kunjungan ini menjadi awal dari sinergi konkret antara Papua Barat dan Pegunungan Bintang, sehingga pembangunan di wilayah pegunungan bisa dilakukan dengan prinsip berkelanjutan, berkeadilan, dan berbasis masyarakat adat.

“Saya ingin meninggalkan warisan kebijakan, bukan kerusakan. Legasi saya sebagai Bupati harus berupa pembangunan yang menjamin masa depan anak cucu kita,” pungkasnya.

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Bupati Batu Bara Pimpin Penguatan Koordinasi Penyelesaian Konflik Agraria
Wakil Wali Kota Fadly Abdina Terima Audiensi DPC PWKI Tanjung Balai 
Wali Kota Tanjung Balai Tinjau Progres Perbaikan Jalan Asahan dan Jalan Veteran
Kemarau Panjang Melanda Fakfak, TNI dan Warga Berdoa Memohon Hujan
Tinjau Langsung RS Abdul Jalil Meliala, Wali Kota Tanjung Balai Minta Pemilik Selesaikan Izin Operasional
Wali Kota Tanjung Balai Terima Audensi DPC HNSI Bersinergi Dengan Pemko Wujudkan Tanjung Balai EMAS 
Wali Kota Tanjung Balai Terima Audiensi PD KAMMI, Peran Mahasiswa Bagian Pembangunan Kota
Pemko Tanjung Balai Ikuti Sosialisasi Pelayanan Clearance Mantapkan Mekanisme Clearance Pejabat BUMD

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Bupati Batu Bara Pimpin Penguatan Koordinasi Penyelesaian Konflik Agraria

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Wakil Wali Kota Fadly Abdina Terima Audiensi DPC PWKI Tanjung Balai 

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Wali Kota Tanjung Balai Tinjau Progres Perbaikan Jalan Asahan dan Jalan Veteran

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Kemarau Panjang Melanda Fakfak, TNI dan Warga Berdoa Memohon Hujan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:08 WIB

Tinjau Langsung RS Abdul Jalil Meliala, Wali Kota Tanjung Balai Minta Pemilik Selesaikan Izin Operasional

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page