Cerpen:
Ada masa ketika hidup kita terasa tidak biasa-biasa saja. Bukan karena kita hebat, tetapi karena kasih dan anugerah Tuhan bekerja dalam hidup kita. Kita menjadi dekat dengan Tuhan. Hati kita rindu untuk melayani-Nya, dan dari situlah kita diangkat menjadi pengurus di rumah Tuhan—bukan karena kita pantas, tapi karena kita mau setia.
Namun sayangnya, ada pula waktu ketika kita mulai dikenal dunia. Kita bersanding dengan para pejabat, berfoto dengan mereka, bahkan dipanggil dengan gelar yang membanggakan. Tapi tanpa sadar, langkah kita mulai menjauh dari ibadah Minggu, dari mezbah doa, dari persekutuan kasih yang dulu begitu kita jaga.
Tuhan tidak memanggil kita untuk menjadi terkenal, tetapi untuk menjadi setia.
Seperti kopi—hitam warnanya, tetapi harum aromanya. Demikian pula kita, mungkin secara penampilan tidak selalu menarik perhatian dunia, tetapi hidup kita seharusnya memancarkan keharuman Kristus melalui pelayanan kita, melalui kasih, kerendahan hati, dan ketekunan dalam iman.
“Sebab bagi Allah, kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.”
— 2 Korintus 2:15 (TB)
Jangan bangga ketika dunia mulai mengenal kita, tetapi takutlah ketika kita mulai melupakan Tuhan yang lebih dulu mengenal kita dalam kelemahan kita.
Jadilah kopi itu—yang meskipun gelap warnanya, tetapi menghadirkan aroma yang menenangkan dan menyegarkan siapa saja yang mencium kehadirannya. Jadilah pelayan Tuhan yang tetap rendah hati dan terus hadir di rumah Tuhan, bukan karena kewajiban, tapi karena cinta.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K








