Aroma Kopi di Rumah Tuhan

- Penulis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cerpen:

Ada masa ketika hidup kita terasa tidak biasa-biasa saja. Bukan karena kita hebat, tetapi karena kasih dan anugerah Tuhan bekerja dalam hidup kita. Kita menjadi dekat dengan Tuhan. Hati kita rindu untuk melayani-Nya, dan dari situlah kita diangkat menjadi pengurus di rumah Tuhan—bukan karena kita pantas, tapi karena kita mau setia.

Namun sayangnya, ada pula waktu ketika kita mulai dikenal dunia. Kita bersanding dengan para pejabat, berfoto dengan mereka, bahkan dipanggil dengan gelar yang membanggakan. Tapi tanpa sadar, langkah kita mulai menjauh dari ibadah Minggu, dari mezbah doa, dari persekutuan kasih yang dulu begitu kita jaga.

Tuhan tidak memanggil kita untuk menjadi terkenal, tetapi untuk menjadi setia.

Baca Juga  Di Malang Agus Flores Temu Ramah dengan Irjen Pol.(Purn) Rachmad Fudail

Seperti kopi—hitam warnanya, tetapi harum aromanya. Demikian pula kita, mungkin secara penampilan tidak selalu menarik perhatian dunia, tetapi hidup kita seharusnya memancarkan keharuman Kristus melalui pelayanan kita, melalui kasih, kerendahan hati, dan ketekunan dalam iman.

“Sebab bagi Allah, kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.”
— 2 Korintus 2:15 (TB)

Jangan bangga ketika dunia mulai mengenal kita, tetapi takutlah ketika kita mulai melupakan Tuhan yang lebih dulu mengenal kita dalam kelemahan kita.

Jadilah kopi itu—yang meskipun gelap warnanya, tetapi menghadirkan aroma yang menenangkan dan menyegarkan siapa saja yang mencium kehadirannya. Jadilah pelayan Tuhan yang tetap rendah hati dan terus hadir di rumah Tuhan, bukan karena kewajiban, tapi karena cinta.

Baca Juga  Ketua Perisai Limapuluh Pesisir Nilai Polres Batu Bara Pantas Diapresiasi

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Hutan Menangis, Negeri Terdiam
Ketika Alam Mulai Menagih
Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran
Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami
Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan
Jaga Marwah dan Identitas Kabupaten Batu Bara Serukan Pelestarian Budaya Melalui Peringatan Hari Bertanjak Sedunia 2026
MBG Tanjung Tiram dipertanyakan: 67 Instansi, baru 23 Terlayani 44 Masih Menunggu
Prabowo Terapkan “Politik Othello”: Rangkul Lawan Jadi Sekutu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:35 WIB

Hutan Menangis, Negeri Terdiam

Jumat, 25 September 2026 - 11:33 WIB

Ketika Alam Mulai Menagih

Rabu, 23 September 2026 - 09:42 WIB

Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran

Sabtu, 19 September 2026 - 10:11 WIB

Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami

Rabu, 16 September 2026 - 14:00 WIB

Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page