Pelepasan Ayam sebagai Simbol Harapan Baru Islam di Pawai Obor Berkah Bondowoso

- Penulis

Kamis, 26 Juni 2025 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bondowoso, Tempotimur.com – Ribuan warga tumpah ruah di jalanan Kota Bondowoso pada Rabu malam (26/6/2025), mengikuti Pawai Obor Berkah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah.

Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian Festival Mahram 2025 dengan tema: “Unggul dalam Bingkai Iman dan Taqwa.”

Momentum kali ini terasa istimewa dengan adanya prosesi pelepasan ayam ke alam bebas, yang dilakukan secara simbolis di titik awal pawai, tepat di area Kompleks Makam Raden Bagus Asra Kironggo.

Prosesi tersebut dimaknai sebagai bentuk pelepasan beban masa lalu dan harapan akan kehidupan yang lebih baik dan bersih di tahun baru Islam.

Bupati Bondowoso, Drs. KH. Abdul Hamid Wahid, dalam sambutannya menegaskan bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar penanda pergantian kalender, tetapi juga ajakan untuk melakukan hijrah—berpindah dari kegelapan menuju cahaya, dari keraguan menuju keyakinan.

Baca Juga  Ramadhan Ke 18, Para Tokoh Alim Ulama Tanjungbalai Hadiri Buka Puasa Bersama

“Obor yang kita arak malam ini, bersama dengan pelepasan ayam, bukan sekadar simbol fisik. Ia adalah refleksi dari tekad kita untuk berubah dan membebaskan diri dari segala halangan yang menghambat kemajuan diri, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

Rute pawai dimulai dari Kompleks Makam RBA Kironggo dan berakhir di Pendopo Raden Bagus, sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur yang telah meletakkan fondasi nilai-nilai luhur di Bondowoso.

Bupati juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya dinilai dari aspek fisik, tetapi juga dari karakter, keimanan, dan akhlak warganya.

Pawai ini melibatkan ribuan peserta dari berbagai elemen: pelajar, santri, komunitas pemuda, organisasi keagamaan, hingga tokoh masyarakat.

Baca Juga  YAM Dato' Mohd Zaki Sebutkan Tujuan Dan Fungsi di Bentuknya Masyarakat Melayu Kedatukan Negeri Batu Bara

Obor dan prosesi napak tilas yang dilakukan menyatu dalam semangat kolektif membangun Bondowoso yang religius, dinamis, dan harmonis.

Kepala Disparbudpora Bondowoso, Mulyadi, menambahkan bahwa tradisi ini akan ditetapkan sebagai agenda tahunan. “Pelepasan ayam jadi pelengkap makna spiritual dan kultural dalam pawai ini. Ini simbol kita melepaskan hal-hal buruk dan memulai lembaran baru yang lebih baik,” jelasnya.

Acara ini pun diharapkan dapat memberi edukasi kepada generasi muda tentang nilai-nilai sejarah, spiritualitas, serta pentingnya menjaga semangat persaudaraan.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Abdul Hamid mengajak seluruh masyarakat:

“Mari jadikan Tahun 1447 Hijriah sebagai tahun pembaruan; tahun yang penuh berkah untuk memperdalam iman, mempererat persaudaraan, dan membangun Bondowoso yang lebih unggul dan bermartabat.”ujarnya.

Baca Juga  Sambut Hari Raya Natal, Seluruh Pegawai dan Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Ibadah Natal

Penulis : Tim

Berita Terkait

Ribuan Penonton Padati Malam Pesona Budaya Batu Bara, Bupati dan Wakil Beri Apresiasi Jempol
Dewan Juri Apresiasi Penampilan Peserta Festival Band Rohani pada Youth Camp GPdI Papua Barat di Bintuni
Secangkir Kopi, Seribu Sejarah: Sembang-Sembang Tanah Deli Hidupkan Kembali Marwah Melayu
LPTQ Batu Bara Tegaskan Kafilah Ikuti Seluruh Cabang MTQ ke – 40 Tingkat Provsu
Sembilan Menjadi Satu: Marwah Melayu Batu Bara Ditegakkan di Bibir Pantai Timur Sumatera
Pelantikan Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya Melayu
Plh Wali Kota Bersama Forkopimda Lepas Pawai Takbir Idul Adha 1447 H/2026 M 
Musa Rajekshah Apresiasi Semangat Berqurban Kader Pemuda Pancasila Sumut, Tahun Ini Capai 17 Ekor Sapi

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:08 WIB

Ribuan Penonton Padati Malam Pesona Budaya Batu Bara, Bupati dan Wakil Beri Apresiasi Jempol

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:18 WIB

Dewan Juri Apresiasi Penampilan Peserta Festival Band Rohani pada Youth Camp GPdI Papua Barat di Bintuni

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:22 WIB

Secangkir Kopi, Seribu Sejarah: Sembang-Sembang Tanah Deli Hidupkan Kembali Marwah Melayu

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:02 WIB

LPTQ Batu Bara Tegaskan Kafilah Ikuti Seluruh Cabang MTQ ke – 40 Tingkat Provsu

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:50 WIB

Sembilan Menjadi Satu: Marwah Melayu Batu Bara Ditegakkan di Bibir Pantai Timur Sumatera

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page