Pelita Qadar: Cahaya Tradisi Melayu di Malam 27 Ramadhan

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

BATU BARA — Malam 27 Ramadhan adalah malam istimewa bagi masyarakat Melayu di Sumatra Utara, khususnya di Kabupaten Batu Bara. Mereka merayakan malam ini dengan pembuatan pelita, lampu minyak tradisional yang melambangkan cahaya ilmu dan petunjuk dari Lailatul Qadar.

 

Pelita ini bukan sekadar penerang, tetapi juga simbol ketekunan, kesabaran, dan hubungan spiritual dengan alam.

 

Pembuatan pelita dimulai sore hari, saat matahari mulai condong ke barat. Bahan utama diambil dari alam sekitar, seperti batang bambu, minyak kelapa, dan daun pandan. Anak-anak diajari sejak dini untuk membuat pelita, menjadikan ini pendidikan budaya yang menyenangkan. Mereka belajar tentang kesabaran, ketelitian, dan keindahan alam.

Baca Juga  Gas Elpiji 3 Kg Langka Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah

 

Saat maghrib, pelita dinyalakan dengan api dari kayu manis atau serai, menciptakan wangi abadi. Pelita ditaruh di pinggir jalan, makam leluhur, atau masjid, menyala sepanjang malam seperti lautan cahaya. Masyarakat Melayu percaya, cahaya pelita mengusir kegelapan dosa dan mendekatkan diri pada ampunan Ilahi.

 

Tradisi Pelita Qadar ini menjadi identitas budaya Melayu yang kuat. Di era modern, meski listrik menggantikan, pelita tetap lestari sebagai simbol harapan dan kebersamaan. Festival ini juga menarik wisatawan, mempromosikan pariwisata berkelanjutan di Sumatra.

 

Dengan tantangan urbanisasi, generasi muda didorong ikut serta dalam melestarikan tradisi ini. Mereka membagikan tutorial dan cerita di media sosial, mengingatkan kita bahwa di balik gemerlap Ramadhan, ada cahaya tradisi Melayu yang bernilai.

Baca Juga  YM Dato' Panglima Negeri Zulham Efendi Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru 2025

Penulis : R Ramadhan

Berita Terkait

Bulog Fakfak Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Akhir April
Pemko Tanjung Balai Tepung Tawar Wali Kota Mahyaruddin Salim
Muscab PKB Batu Bara: Konsolidasi Politik Berbasis Solidaritas
Agus Flores Laporkan Dugaan Tambang Ilegal di Pantai Cermin ke Kapolri dan Bareskrim
Wali Kota Pimpin Rapat Persiapan MTQ Ke-58 Tingkat Kota Tanjung Balai
Wali Kota Undang Influenjer dan Konten Kreator Tanjung Balai
BUMN Hadir, Tapi Nelayan Tak Sejahtera: HNSI Batu Bara Angkat Bicara
BPBD Batu Bara Gelar Halal Bihalal, Pererat Silaturahmi dan Solidaritas

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:43 WIB

Bulog Fakfak Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Akhir April

Senin, 13 April 2026 - 18:21 WIB

Pemko Tanjung Balai Tepung Tawar Wali Kota Mahyaruddin Salim

Minggu, 12 April 2026 - 19:05 WIB

Muscab PKB Batu Bara: Konsolidasi Politik Berbasis Solidaritas

Sabtu, 11 April 2026 - 15:59 WIB

Agus Flores Laporkan Dugaan Tambang Ilegal di Pantai Cermin ke Kapolri dan Bareskrim

Rabu, 8 April 2026 - 22:39 WIB

Wali Kota Pimpin Rapat Persiapan MTQ Ke-58 Tingkat Kota Tanjung Balai

Berita Terbaru

Pemerintahan

Gubernur Papua Barat Sampaikan LKPJ 2025 ke DPRD

Rabu, 15 Apr 2026 - 16:36 WIB

You cannot copy content of this page