Batu Bara — Peristiwa angin kencang disertai hujan dan petir telah meluluh lantakkan lebih dari 80 tempat tinggal warga Batu Bara pada Sabtu 7 Juni 2025.
Kejadian ini berlangsung tidak terlalu lama hanya berdurasi lebih kurang 60 menit.
Hanya dengan durasi yang seperti itu sudah membuat masyarakat ketakutan dan khawatir apalagi jika masa berlakunya panjang.
Berkaitan dengan peristiwa tersebut Al Asari ketua PD Al Washliyah Batu Bara menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk melaksanakan taubat nasuha dan penggalangan dana untuk membantu saudara saudara kita yang ditimpa musibah.
“Menyikapi peristiwa angin kencang tersebut kami mengajak kepada seluruh masyarakat Batu Bara untuk melakukan taubat nasuha (sebenar-benar taubat). Sebab musibah merupakan cara Allah SWT mengingatkan kita untuk kembali kepada_Nya, ” ajaknya Senin 9/6/2025.
Merujuk tradisi yang dilakukan para Nabi dan Rasul serta para Khulafaur Rasyidin ketika terjadi bencana mereka tidak bertanya berapa korban jiwa dan harta tapi lebih kepada dosa apa yang telah dilakukan.
Dalam satu bulan terakhir ini kita mendengar banyak perilaku penyimpangan yang terjadi di Kabupaten yang kita cintai ini.
Dari massifnya praktek judi baik online maupun offline (judi tembak), peredaran narkoba, hingga perilaku LGBT yang di lansir mengakibatkan meningkatnya warga Batu Bara yang terpapar virus HIV/AIDS.
Sudah cukup bagi kita untuk kembali tersentak dan tersadar mengakui kesalahan dan dosa yang kita lakukan agar musibah tidak lagi terjadi.
Ustadz Al Asari juga menghimbau selain bertaubat juga memberikan donasi untuk warga masyarakat yang tertimpa musibah.
Kami menghimbau kepada seluruh keluarga besar Al Washliyah Batu Bara dan seluruh organisasi Bagian untuk melibatkan diri secara aktif melakukan penggalangan dana untuk korban angin kencang tersebut.
“Mari sama kita ringankan beban saudara kita sebagai bentuk kepedulian kita kepada sesama,” serunya.
(Red)



















