Fakfak — Bertempat di Gereja GPdI Jemaat Bethesda Fakfak, Jalan Jenderal A. Yani, Kelurahan Fakfak Kota, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Pdt. Firman Koseratu menyampaikan pesan khotbah yang menggugah, menampar kesombongan rohani, dan mengajak jemaat untuk kembali murni dalam motivasi pelayanan.Minggu, 8 Juni 2025,
Dengan mengangkat ayat dari 2 Korintus 3:8, ia menekankan bahwa pelayanan yang dikerjakan oleh Roh Kudus adalah nyata, hidup, dan penuh kuasa—bukan panggung untuk kebanggaan pribadi.
“Semakin kita dipakai Tuhan, kita harus makin sadar bahwa kita ini NOL. Bukan siapa-siapa. Kita cuma alat. Jangan anggap diri lebih tinggi hanya karena kita aktif pelayanan. Kesombongan rohani itu penyakit!” tegasnya dengan suara lantang yang mengguncang ruangan.
Pdt. Firman bahkan secara terbuka menyebut bahwa ada banyak orang yang tertipu oleh perasaan rohani palsu, seolah karena Tuhan bekerja melalui mereka, maka mereka lebih hebat atau lebih suci dari orang lain.
“Saya ini alumni Sekolah Roh Kudus langsung. Tuhan sendiri yang didik saya. Jadi saya tahu: kalau dipakai Tuhan, itu murni anugerah! Sama sekali bukan prestasi!” katanya tajam.
Karena banyak orang hari-hari ini lebih suka jadi ‘penghibur rohani’ daripada ‘pekerja kebenaran’. Pelayanan berubah jadi panggung pencitraan. Khotbah jadi ajang pamer suara, bukan saluran kuasa. Inilah yang sedang dikoreksi keras oleh suara nubuatan dari mimbar Bethesda Fakfak: Jangan main-main dengan Roh Kudus! Jangan bawa nama Tuhan untuk banggakan diri!
Pdt. Firman menutup pesannya dengan ajakan keras namun penuh kasih:
“Ayo koreksi diri! Tanyakan pada hati kita: ‘Aku melayani untuk Tuhan, atau untuk diriku?’ Kalau kita benar-benar kenal Roh Kudus, maka hati kita pasti rendah. Bukan tinggi!”
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K




















