Ketika Status Bisa Menunggu

- Penulis

Minggu, 25 Mei 2025 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Penulis: Amatus Rahakbauw K.

Jam menunjukkan pukul 10.30 pagi. Di balik meja kerjanya yang penuh berkas, Dina—seorang pegawai negeri sipil (PNS) muda—tampak sibuk. Bukan dengan dokumen atau laporan, tetapi dengan layar ponselnya. Jempolnya lincah memberi “like” dan menulis komentar di postingan teman-temannya di media sosial.

Di grup WhatsApp kantor, rekan-rekannya juga terlihat aktif bercanda dan berbagi meme. Suasana tampak santai, tawa kecil sesekali terdengar, mencairkan rutinitas kerja pagi itu. Namun, semuanya berubah saat Kepala Seksi tiba-tiba berdiri di tengah ruangan.

“Saya minta tolong, mulai sekarang, gunakan jam kerja untuk benar-benar bekerja. Media sosial bisa menunggu,” ucapnya dengan nada tegas, tapi tetap tenang.

Baca Juga  Kegiatan Outbound: Meningkatkan Kinerja dan Hubungan Antar Karyawan

Suasana seketika menjadi hening. Dina menunduk, malu. Ia sadar bahwa pekerjaannya masih menumpuk, tapi godaan membuka media sosial memang sulit ditolak.

Dalam hati, Dina bertanya,
“Pantaskah aku menggunakan waktu kerja—yang dibiayai oleh rakyat—hanya untuk hal-hal yang tidak produktif?”

Hari itu menjadi titik balik bagi Dina. Ia mulai disiplin membatasi penggunaan ponsel saat jam kerja. Ia mengatur alarm pengingat untuk istirahat, dan hanya membuka media sosial saat jam makan siang. Produktivitasnya meningkat pesat. Atasannya pun mulai memberinya tanggung jawab lebih besar.

Cerita ini bukan hanya tentang Dina, tetapi tentang setiap pilihan kecil yang kita ambil. Karena ketika status dan story bisa menunggu, pelayanan kepada masyarakat tidak bisa.

Baca Juga  Tentang Sebuah Blokir dan Pelajaran yang Tak Boleh Dilupakan”

Berita Terkait

Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara
Salut, Pansus Plasma HGU Perkebunan di Batu Bara Terbentuk 
Raden AF, Mengupas Lagi Jendral AA, Terkenal Keberaniannya Mengeksekusi Anakbuahnya Merusak Bangsa
Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya
Gereja Tanpa Struktur Jelas? Jangan Heran Pelayanannya Kacau
Iman Jalan Pribadi, Bukan Titipan pada Tokoh Rohani
“Air Mata di Bawah Langit Fakfak: Saat Roh Kudus Menyentuh Hati yang Terluka”
Teduhnya Penantian di Bawah Langit Malam

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:13 WIB

Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:04 WIB

Salut, Pansus Plasma HGU Perkebunan di Batu Bara Terbentuk 

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:57 WIB

Raden AF, Mengupas Lagi Jendral AA, Terkenal Keberaniannya Mengeksekusi Anakbuahnya Merusak Bangsa

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:52 WIB

Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:34 WIB

Gereja Tanpa Struktur Jelas? Jangan Heran Pelayanannya Kacau

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page