Pukat Apung Tabrak Boat Nelayan Tradisional Tanjung Tiram di Tengah Laut

- Penulis

Rabu, 16 April 2025 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Batu Bara – Bot Nelayan tradisional milik Hambali, yang akrab disapa Aam, nyaris tenggelam setelah ditabrak kapal pukat apung saat sedang menjaring ikan gembung di perairan laut, Selasa (15/5/2025) sekitar pukul 07.00 dini hari.

Aam Warga Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara kepada Media mengaku insiden tragis tersebut terjadi ketika dirinya bersama 15 anak buah kapalnya (ABK) sedang bekerja keras di tengah laut, berharap bisa membawa pulang hasil tangkapan untuk kebutuhan hidup mereka. Namun, harapan itu berubah menjadi ketakutan dan nyaris maut ketika sebuah kapal pukat apung dengan kecepatan tinggi menghantam sisi boat mereka hingga mengalami kerusakan parah.

“Saya lihat kapal itu sudah mengarah ke kami, bukannya menghindar, malah langsung menabrak. Bagian samping boat kami retak, air mulai masuk. Untung mesin cepat kami bisa dikendalikan, kalau tidak, bisa tenggelam semuanya,” ungkap Aam, dengan suara bergetar mengingat kejadian tersebut.

Baca Juga  Mesin Kapal Mati di Tengah Laut, Personel Sat Polairud Tanjung Balai Sigap Bantu Nelayan

Lebih memilukan, kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi. Dalam satu minggu terakhir, tercatat sudah beberapa boat nelayan jaring gembung lain yang mengalami gangguan serupa. Mereka diserang, diusir, bahkan ditakut-takuti oleh kapal pukat apung yang jelas-jelas melanggar zona tangkap.

Menurut peraturan yang berlaku, kapal pukat apung hanya boleh beroperasi minimal 12 mil dari bibir pantai. Namun dalam kenyataannya, kapal-kapal besar ini dengan leluasa memasuki wilayah tangkap nelayan kecil tanpa rasa takut akan hukum. “Kami seperti tidak punya tempat lagi untuk mencari nafkah. Mereka merampas laut kami!” teriak seorang nelayan lainnya.

Aam pun menyampaikan kekesalannya kepada awak media, “Kalau kami tenggelam, siapa yang bertanggung jawab? Nyawa kami ini bukan mainan. Kami hanya ingin mencari makan dengan cara yang halal!”

Baca Juga  Bapenda Batu Bara Siap Layani Masyarakat Melalui Program Bupati Berlayar di Tanjung Tiram

“Mereka juga melempari kami pake besi serta balok ke arah kami, beruntung Abk kami bersembunyi.”tambah aam

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran dan trauma mendalam di kalangan nelayan Tanjung Tiram. Banyak dari mereka kini enggan melaut pada malam hari karena takut akan serangan kapal besar yang arogan dan tak berperikemanusiaan.

Mereka mendesak agar aparat penegak hukum, khususnya Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Polisi Perairan dan Udara (Pol Airud), segera mengambil tindakan nyata. Penindakan terhadap kapal-kapal ilegal dan pelaku penyerangan menjadi harapan utama agar tragedi ini tidak kembali memakan korban jiwa.

“Kami minta TNI AL dan Pol Airud hadir, jangan tunggu ada yang mati baru bergerak. Laut ini bukan untuk dikuasai segelintir orang bermodal besar, tapi juga untuk kami yang hidup dari hasil laut,” tambah Aam.

Baca Juga  Lapas Labuhan Ruku Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara Ikuti Penutupan Bimtek SPPN

Aksi solidaritas dari komunitas nelayan juga mulai menggeliat. Mereka merencanakan aksi damai dan pelaporan resmi ke pihak berwenang sebagai bentuk penolakan terhadap praktik-praktik ilegal yang mengancam mata pencaharian dan keselamatan mereka.

Konflik laut antara nelayan tradisional dan kapal pukat apung telah lama menjadi persoalan klasik di perairan Sumatera Utara, khususnya di wilayah Batu Bara. Namun lemahnya pengawasan dan penegakan hukum membuat kasus seperti ini terus berulang dan menambah luka di hati masyarakat pesisir.

Kini masyarakat hanya bisa berharap, suara mereka tak lagi dianggap angin lalu. Mereka ingin keadilan, perlindungan, dan rasa aman saat bekerja mencari nafkah di laut milik bersama.

 

(tim/red)

Berita Terkait

Papua Barat Resmi Mulai Persiapan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026
Presiden Prabowo Tiba di Paris untuk Kunjungan Kenegaraan, Perkuat Hubungan Strategis Indonesia–Prancis
Hubungan Batu Bara-Malaysia: Lebih Dari Kerja Sama, Ini Ikatan Persaudaraan Serumpun
Tim Media Center Bahagia-Saza Salurkan Bantuan kepada Warga Sakit dan Pengrajin Atap
Ketum PW-FRN Tegaskan Penegak Hukum Harus Fokus Berantas Bandar Narkoba
Jemaah Haji Fakfak Kloter 25 Papua Barat Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci
Agus Flores Ucapkan Selamat kepada Irjen Pol Pipit Rismanto sebagai Kapolda Jabar
Gubernur Papua Barat Riding Bersama Kodam XVIII/Kasuari dan Ikut Latihan Menembak di Yonif 761/Warmare

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:34 WIB

Papua Barat Resmi Mulai Persiapan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:36 WIB

Presiden Prabowo Tiba di Paris untuk Kunjungan Kenegaraan, Perkuat Hubungan Strategis Indonesia–Prancis

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:04 WIB

Hubungan Batu Bara-Malaysia: Lebih Dari Kerja Sama, Ini Ikatan Persaudaraan Serumpun

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:51 WIB

Tim Media Center Bahagia-Saza Salurkan Bantuan kepada Warga Sakit dan Pengrajin Atap

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:53 WIB

Ketum PW-FRN Tegaskan Penegak Hukum Harus Fokus Berantas Bandar Narkoba

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page