Batu Bara — Warga Lingkungan VI Kelurahan Labuhan Ruku mulai resah dengan keluar masuknya truk mengangkut alat berat jenis Excavator yang dinilai merusak jalan yang di bangun dari anggaran Pemerintah.
Sejumlah warga yang rumahnya berada disekitar pinggir jalan spontan meneriakan “hancur jalan, hancur, hancur, hancur jalan kami” ujarnya seketika melihat truk muatan alat berat Excavator melintas di jalan H. Maulana Lingkungan VI Kelurahan Labuhan Ruku Kecamatan Talawi, Selasa (8/10) sekira pukul 17:23 wib.
” Baru sekitar seminggu yang lalu ada yang keluar ini sudah ada masuk lagi, seakan mereka bisa suka hati keluar masuk tanpa ada teguran dari pihak pemerintah, kalau sudah hancur kami warga juga yang susah, kalau sudah rusak nunggu di perbaiki belum tentu itu kapan, “ujarnya geram.
Dia meminta Pemerintah Kabupaten Batu Bara memberi tindakan tegas kepada pemilik Alat Berat yang dinilai akan merugikan negara dan masyarakat, gumamnya.
Menurut dia jalan tersebut hanya bisa dilalui dengan kapasitas 8 ton, tapi yang lewat jelas melebihi muatan atau Over Kapasitas (Kelebihan Muatan).
Padahal didepan sana dekat jalinsum di pinggir jalan mau masuk sudah ada plank hanya boleh dilalaui 8 ton, tapi tetap dilalui puluhan ton, tanpa memikirkan situasi jalan, tambahnya.
Selain itu dia juga meminta pihak Kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap minyak yang digunakan untuk pengoperasian.
Terpisah Kabid Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Batu Bara Agustina, ketika di konfirmasi tim Media lewat nomor Wahtasappnya mengatakan, masalah Excavator bukan wewenangnya, tupoksi kami meliputi dalam terminal dan timbangan, ungkapnya.
(Red)






















