Halsel – Sekolah Dasar (SD) Negeri 226 Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara ibarat anak ayam kehilangan induk pasca dari meninggalnya Kepala sekolah.
Informasi yang di himpun tempotimur.com, Kepala Sekolah SD Negeri 226 Halmahera Selatan, mendiang Namsa Ramli tutup usia pada 10 Juli 2024 lalu hingga saat ini belum di gantikan.
Menjelang Dua Bulan tanpa Kepala Sekolah, sejumlah guru pun merasa sekolah tersebut ibarat anak ayam kehilangan induk dan tanpa arah.
“Suda hampir dua bulan tanpa kepala sekolah, kami ibaratnya anak ayam kehilangan induk, namun proses belajar mengajar tetap jalan seperti biasa” ungkap seorang guru kepada awak media yang enggan namanya di muat dalam pemberitaan.
Meski tanpa Kepala Sekolah, kegiatan hari besar seperti HUT RI tetap di upayakan untuk mengikutsertakan siswa siswi mengikuti kegiatan seperti gerak jalan.
“Meski tanpa ada kepala sekolah dan keterbatasan Dana, di hari kemerdekaan kami tetap berupaya untuk ikutsertakan siswa siswa mengikuti kegiatan seperti gerak jalan di kecamatan” sambunya.
Sekolah yang berada di Dusun Marimoi Desa Saketa Kecamatan Gane Barat itu, di harapkan agar pemerintah daerah mempercepat untuk mengangkat Kepala Sekolah sehingga tata kelola SD Negeri 226 bisa berjalan efektif.
“Kami berharap agar secepatnya ada kepala sekolah sehingga Sekolah bisa berjalan efektif, soal aktifitas belajar mengajar tetap berjalan namun untuk kebijakan yang tidak efektif” keluhannya.
Terpisah Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Halmahera Selatan, Asis Siraju ketika di temui di ruang kerjanya Senin, 19 Agustus 2024 mengatakan telah di usulkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Halmahera Selatan untuk di proses.
“Soal pergantian Kepala Sekolah SD Negeri 226, kami telah mengajukan ke BKD, tinggal menunggu hasil dari BKD saja” kata Asis
Hingga berita ini di publis, Masih dalam upaya untuk mengkonfirmasi pihak BKD Kabupaten Halmahera Selatan.
( MS )






















